JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan yang tengah dilakukan oleh penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (AY).
“Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” kata Aulia saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: TB Hasanuddin soal Kasus Andrie Yunus: Komisi I Berwenang Panggil Pemerintah dan TNI
Aulia menegaskan proses hukum akan berjalan secara objektif dan transparan. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan empat personel TNI dalam kasus penganiayaan tersebut.
“Sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY masih berjalan,” ujar Aulia.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mengalami luka bakar serius setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
Baca juga: Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Prabowo Buka Peluang Bentuk Tim Independen
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dari total permukaan tubuh, meliputi bagian mata, wajah, dada, dan tangan.
Dalam perkembangan penyidikan, kasus ini menyeret dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI. Empat personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari unsur Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya.
Keempat prajurit berpangkat perwira pertama dan bintara tersebut diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap aktivis KontraS tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang