Bagi sebagian orang, berwisata mungkin identik dengan mencari hiburan semata. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Niyas (31), seorang wisatawan asal India yang sedang menghabiskan hari terakhirnya di Jakarta dengan mengunjungi kawasan Kota Tua.
Niyas mengaku sengaja datang ke Taman Fatahillah atas rekomendasi dari rekan-rekannya di Indonesia.
"Teman-teman menyarankan saya untuk datang ke sini agar saya bisa merasakan sejarah Indonesia. Saya lebih memilih ini karena di sini tentang sejarah, berbeda dengan tempat lain yang mungkin lebih ke arah hiburan," ujar Niyas saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5).
Bagi Niyas, Kota Tua menawarkan atmosfer yang berbeda dibanding destinasi wisata lain yang pernah ia kunjungi di Jakarta.
Ia menilai kawasan ini memiliki nilai edukasi yang lebih mendalam bagi para pengunjung.
"Kemarin saya pergi ke Taman Mini. Dibandingkan dengan itu, menurut saya di sini tidak terlalu banyak hiburan. Mungkin karena ini tentang sejarah, sedangkan itu tentang hiburan. Jadi berbeda, itulah perbedaannya di sini," tambahnya.
Menariknya, saat menyusuri bagian dalam Museum Fatahillah, Niyas menemukan hal yang membuatnya merasa sangat familiar.
Sebagai warga India, ia mengaku terkejut sekaligus senang ketika melihat koleksi patung-patung dewa Hindu peninggalan masa lalu.
"Sejarah di dalam museum sangat menarik, saya suka mengetahui tentang generasi orang lama. Bahkan saya melihat beberapa dewa India kami di dalam museum, seperti Ganesha," ungkap Niyas.
Meski dirinya adalah seorang Muslim, Niyas merasa tidak asing dengan budaya tersebut karena latar belakang negaranya yang kental dengan warisan Hindu.
Niyas melihat keberadaan patung-patung tersebut di jantung Jakarta adalah sebuah kejutan budaya yang menyenangkan sekaligus bentuk kemiripan antar bangsa.
"Meskipun saya seorang Muslim, saya akrab dengan budaya Hindu, jadi patung-patung mereka ada di sana. Saya sangat senang melihat itu," tutupnya.





