Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.
Seorang perempuan berinisial JSLP (20) diduga melakukan percobaan bunuh diri di kawasan depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (22/3) malam sekitar pukul 23.35 WIB.
Peristiwa bermula saat seorang anggota Paspampres, Pratu Rival, tengah berjaga di Pos 02 Charlie dan melakukan pemantauan dari dalam pagar Istana. Ia melihat gerak-gerik mencurigakan dari seorang perempuan di sekitar lokasi.
“Pada pukul 23.35 WIB, Pratu Rival yang sedang berjaga di Pos 02 Charlie mengawasi dari dalam pagar Istana, setelah diperhatikan ada kecurigaan terhadap perempuan tersebut,” ujar Kasat PPA/PPO Polres Jakpus Kompol Rita Oktavia dalam keterangannya, Selasa (24/3).
Kecurigaan itu semakin kuat setelah petugas melihat tas milik perempuan tersebut sudah diletakkan di bawah, sementara sepatu yang dikenakannya juga telah dilepas.
Pratu Rival kemudian mendatangi perempuan tersebut dan segera melaporkan kejadian itu ke komando posko. Informasi tersebut diteruskan ke anggota Brimob yang berjaga di Tenda Putih.
Selang lima menit kemudian, tepatnya pukul 23.40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas yang berada di Tenda Putih A11 menerima laporan dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Situasi kemudian dilaporkan lebih lanjut ke jajaran kepolisian. Pada pukul 23.45 WIB, Polsek Metro Gambir menerima informasi dari Pamenwas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Braiel Arnold Rondonuwu terkait adanya dugaan percobaan bunuh diri di lokasi tersebut.
“Padal Polsek Metro Gambir menerima informasi adanya orang percobaan bunuh diri di TKP yang diamankan oleh Paspampres,” kata Rita.
Setibanya di depan Istana Merdeka, petugas memastikan bahwa perempuan tersebut telah diamankan oleh Paspampres.
Berdasarkan keterangan saksi, perempuan itu sudah berada di lokasi sejak pukul 23.35 WIB dengan perilaku mencurigakan.
Upaya penanganan kemudian dilakukan secara persuasif. Pada pukul 00.10 WIB, dokter dari Biddokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi untuk melakukan pendekatan medis dan komunikasi.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Perempuan tersebut sempat menjauh setiap kali petugas mencoba mendekat.
“Dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap wanita tersebut, namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,” ujarnya.
Setelah hampir satu jam upaya dilakukan, petugas akhirnya berhasil mengamankan perempuan tersebut pada pukul 00.56 WIB. Ia kemudian dibawa ke depan Posko Pengamanan Polri untuk dimintai keterangan awal.
Selanjutnya, pada pukul 01.16 WIB, perempuan tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.





