Alasan Mereka yang Baru Mudik Lebaran di Tengah Arus Balik

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sebagian besar warga berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk menjalankan rutinitas kembali. Namun di antara riuh arus balik mudik itu, ada sedikit warga yang melakukan sebaliknya.

Bagi sedikit warga tersebut, momen saat ini adalah waktu untuk melepas rindu pada kampung halaman. Mereka meninggalkan Jakarta di saat para penghuninya mulai berdatangan.

Perbedaan kesibukan itu sangat terasa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/3).

Di area kedatangan terminal ini, para warga berangsur-angsur turun dengan jumlah tak sedikit dari bus yang baru saja tiba. Sebagian besar dari mereka bergegas berjalan atau bahkan menunggu layanan transportasi umum untuk meninggalkan terminal.

Sementara itu, di lorong menuju titik tunggu keberangkatan terminal ini, suasana terasa lebih tenang dari bising dibandingkan area lainnya. Hanya sedikit orang yang duduk di kursi-kursinya.

Salah satu yang duduk itu adalah Tiara (22), yang bersama kerabatnya sedang menunggu kedatangan bus untuk mudiknya ke Palembang. Di kalendernya, libur lebaran Idul Fitri tidak seperti pada umumnya.

"Baru dapat libur kerja, baru dapat cutinya tanggal sekarang," ungkap Tiara.

Sebenarnya Tiara sangat antusias menyambut lebaran Idul Fitri. Sejak tanggal 11, ia sudah ancang-ancang untuk membeli tiket mudik.

Namun takdir berkata lain. Hari H Lebaran ia libur, tetapi hanya itu satu-satunya. "Masuk [kerja], libur sehari doang," ujar Tiara.

Kini, Tiara punya waktu seminggu untuk menghabiskan waktu bersama orang tuanya di Palembang. Setelah itu, ia kembali lagi, ke Bogor di tempat dirinya bekerja.

"Seminggu paling [mudiknya], baliknya nanti tanggal 30-an," katanya.

Sedikitnya jumlah pemudik di waktu arus balik mudik ini dirasakannya. Berdasarkan amatannya, suasana terminal justru terasa kurang ramai.

Tidak hanya soal jadwal, namun ketersediaan tiket juga menjadi alasan warga baru melaksanakan mudik sekarang. Hal itu dialami oleh Akmal (20) yang hendak mudik ke Padang.

"Enggak sempat [mudik] karena enggak kedapatan tiket," ungkap Akmal.

Sejak awal ia memang menyasar tiket bis. Ia pun berburu dua hari sebelum Lebaran tiba melalui sosial media, namun yang diperolehnya justru tiket keberangkatan pada hari ini.

"Sempet nyari, habis. H-2 hari lebaran, [lewat] online," kata Akmal.

"Pas waktu itu juga nyarinya [buat tiket hari ini)]" imbuhnya.

Ia pun mengaku harga tiket mengalami peningkatan harga. Menurutnya harga tiket untuk mudiknya kali ini meningkat sekitar Rp 300 ribu.

"Harga normalnya 600, [naik] sampai 900-an," ungkapnya.

Ia belum mengetahui akan seberapa banyak penumpang yang bersama dalam bus yang sama dengannya. Meski begitu, Akmal berharap bus untuk mudiknya kali ini tetap terasa penuh.

"Belum tahu juga sih ada berapa [orang], mudah-mudahan penuh lah," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teheran Ancam Sebar Ranjau Laut Jika AS-Israel Serang Pantai dan Pulau-pulau di Iran
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkop Desak Agrinas Percepat Pembangunan 83 Ribu Kopdes Merah Putih
• 1 jam laludisway.id
thumb
Rekayasa lalu lintas one way resmi diberlakukan di Tol Cipali
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Didier Deschamp Pensiun, Zinedine Zidane Dilaporkan Pimpin Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Detik-detik Pesawat Air Canada Tabrak Truk Damkar di Bandara LaGuardia New York
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.