Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Pasaman Barat
Memasuki hari kelima operasi pencarian (H5), Tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan Uki Pratama Putra (16), remaja yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan Laut Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang (Basarnas Padang), Abdul Malik, mengatakan bahwa keberadaan korban masih belum ditemukan meskipun area pencarian telah diperluas.
"Hari ini tim melakukan penyisiran dengan membagi kekuatan menjadi tiga SRU (Search and Rescue Unit). Total area yang disisir mencapai kurang lebih 60 mil laut persegi di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP)," ujar Abdul Malik dalam keterangan pada Selasa, 24 Maret 2026.
Peristiwa ini bermula pada Senin, 16 Maret 2026 lalu, saat korban berangkat menuju daerah Sikilang melalui jalur pantai. Namun, korban dilaporkan tidak pernah sampai ke titik tujuan. Titik terang sempat muncul pada Selasa, 17 Maret 2026 ketika seorang nelayan bernama Napis melihat jasad terapung di tengah laut, sekitar 4 mil laut dari bibir pantai.
"Saksi nelayan melihat jasad dengan ciri-ciri pakaian yang identik dengan korban. Namun, karena kendala keterbatasan peralatan seperti tali dan kondisi perahu, saksi tidak mampu mengevakuasi korban ke darat. Sejak saat itu, posisi korban kembali tidak diketahui," jelas Abdul Malik.
Dalam operasi hari kelima ini, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan canggih dan alat utama (alut) air. Operasi tersebut melibatkan sedikitnya 34 personel gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Pasaman, Polsek Pasaman, BPBD Pasaman, Local Hero Rescue, serta belasan warga setempat.
Meski kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin berkisar 9–15 knot, luasnya medan laut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan dalam melakukan penyisiran.
"Pencarian hari ini dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB dengan hasil nihil. Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali mulai pukul 07.00 WIB dengan harapan ada perkembangan signifikan," tutup Abdul Malik.
Editor: Redaksi TVRINews





