Bela Islam, Umar bin Khattab tak Kenal Takut

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dahulu, beberapa hari setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Umar bin Khattab meminta izin bertemu Nabi Muhammad SAW. Dia pun bertanya, “Wahai Rasulullah. Mengapa kita selalu sembunyi-sembunyi dalam menyebarkan agama ini (Islam)? Padahal, kita berada dalam kebenaran, sedangkan orang-orang musyrik itu di atas kesesatan?”

“Wahai Umar, jumlah kita masih sedikit, sedangkan engkau telah melihat apa-apa yang kerap kita alami,” jawab Nabi SAW.

Baca Juga
  • Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global
  • One Way Nasional Diberlakukan, Kapolri Tekankan Keselamatan Pemudik
  • Pemerintah Berlakukan One Way Nasional, Fokus Keselamatan dan Kelancaran Arus Balik

“Demi Zat yang mengutus engkau dengan kebenaran. Aku akan menyiarkan keislamanku di setiap tempat yang dahulu kusiarkan kekafiranku!” tegas Umar. Maka, itulah yang dilakukannya.

Suatu kali, di depan Ka’bah Umar bin Khattab berdiri di atas tumpukan batu dan berteriak lantang: “Aku bersaksi bahwa tiada zat yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah!”

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Orang-orang musyrikin lantas mengerumuninya. Mereka bertanya, apa benar dirinya telah memeluk Islam. Tidak hanya membenarkan, Umar bahkan mengancam mereka yang hendak menghentikan dakwah Rasulullah SAW. Mereka kaget dan gusar. Umar yang sebelumnya selalu menyertai mereka dalam menindas kaum Muslimin, kini menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.

Rasa heran seketika berubah murka. Sebab, mereka menyaksikan Umar terus-menerus mengejek kepercayaan pagan. Puluhan hingga seratusan orang itu kemudian mengeroyok sahabat mulia ini.

Namun, Umar tidak lari. Dia justru membalas setiap pukulan dan hantaman dengan segenap daya. Kendati menang jumlah, orang-orang musyrikin ini kerepotan juga menghadapi Umar bin Khattab yang tampil sendirian.

Mereka akhirnya lelah, dan meninggalkan Umar begitu saja. Meski babak-belur dan luka-luka, Umar tetap berdiri tegap, dengan pandangan mata penuh percaya diri. Itulah momentum keberaniannya yang kedua. Sejak saat itu, Rasulullah SAW menjulukinya al-Faruq. Artinya, sang pembeda antara kebenaran dan kebatilan.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Arus Balik H+2, 91.657 Penumpang Menyeberang dari Bakauheni ke Merak
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Tol Japek II Selatan Dibuka, Kendaraan Antre di GT Kutanegara
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Brigadir Fajar Permana Meninggal Usai Tugas Pengamanan Lebaran 
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Jelang Puncak Arus Balik, Pemerintah Minta Pengusaha Angkutan Logistik Patuhi Aturan Pembatasan
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.