Wanita Muda yang Diamankan di Istana Bawa Tali 2 Meter, Diduga Untuk Gantung Diri

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan berinisial JSLP (20) diamankan aparat setelah diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri di depan Istana Merdeka, Minggu (22/3/2026) malam.

Saat diamankan, petugas menemukan tali tambang sepanjang sekitar 2 meter yang diduga akan digunakan untuk gantung diri.

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengatakan kondisi korban saat itu menunjukkan tanda-tanda depresi berat.

“Kondisinya memang sangat depresi. Karena pas dijemput oleh anggota pun dia berontak, dia tidak mau untuk dibawa,” ujar Rita saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).

“Percobaannya gantung diri. Karena memang ada tali yang kita amankan, tali tambang warna putih sepanjang 2 meter,” lanjutnya.

Baca juga: Wanita Muda Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Presiden

Setelah diamankan, JSLP dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun, saat dilakukan pemeriksaan awal, ia cenderung irit bicara dan hanya menjawab singkat setiap pertanyaan petugas.

“Kemarin kondisinya memang sangat tidak memungkinkan untuk kita berkomunikasi. Ditanya pun hanya sepatah kata dua kata,” kata Rita.

Polisi kemudian menemukan buku kontrol kejiwaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di dalam tas korban.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas berkoordinasi dengan dokter yang sebelumnya menangani JSLP.

Atas rekomendasi dokter, JSLP kemudian dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Fortuner Tabrak 2 Mobil dan 4 Motor di PIK, 2 Orang Tewas, 7 Terluka

“Kondisinya sekarang sehat. Kami sudah antarkan ke RSCM bagian kejiwaan,” ujar Rita.

Rita menambahkan, korban diketahui merupakan warga Jakarta Timur dan memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

“Memang sudah ada riwayat kejiwaan, ya mungkin depresi. Terlalu depresinya sehingga mengganggu kejiwaannya,” ucapnya.

Saat dimintai keterangan terkait keluarga, korban lebih banyak diam dan menolak memberikan kontak orangtuanya. Ia bahkan berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakhiri hidup.

“Yang dia katakan hanya, ‘Saya pengen bunuh diri, saya pengen bunuh diri,’” tutur Rita.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Puncak Arus Balik di Terminal Bekasi Bakal Terjadi 2 Kali, Catat Tanggalnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Pesawat AU Kolombia Jatuh dan Terbakar
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mayoritas Mata Uang Asia Depresiasi, Rupiah Diprediksi Tertekan usai Lebaran
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Pemandian Sumber Alam di Pamekasan Jadi Daya Tarik Wisatawan untuk Liburan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ternyata Nggak Semua Orang Harus Double Cleansing, Ini Alasannya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Ciri-Ciri Pelaku Penusukan WN Belanda di Vila di Bali
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.