JAKARTA, KOMPAS.com - JSLP (20), perempuan yang diamankan polisi karena diduga hendak bunuh diri di depan gerbang Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, ternyata korban pelecehan seksual.
Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), Polres Metro Jakpus, Kompol Rita Oktavia mengatakan, pelecehan itu dialami JSLP di Jakarta Pusat pada 2023 lalu.
"Dia ini pernah membuat laporan ke unit PPA terkait pelecehan seksual. Tapi perkara itu sudah gugur dikarenakan sudah ada pertanggungjawaban dari si pelaku, dinikahkanlah dia gitu," ujar Rit saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2026).
Rita bilang, keluarga JSLP dan keluarga pelaku saat itu sepakat menikahkan keduanya di Kantor Urusan Agama (KUA) Tegal, Jawa Tengah.
Baca juga: Polemik Parkir TPU Depok, Karcis Bertarif Viral, Disebut Tak Resmi
Usai menikah, keduanya tinggal di Sulawesi Tengah. Namun, JSLP kembali ke Jakarta karena diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Diduga JSLP membawa beban psikologis yang sangat berat terkait rumah tangganya saat kembali ke Jakarta, sehingga memicu depresi.
"Mungkin di Sulawesi Tengah atau saat rumah tangga ada kejadian apa gitu, ternyata ada kejadian KDRT. Akhirnya dia (JSLP) kembali lagi ke Jakarta," lanjut Rita.
Sementara itu, suami JSLP sendiri saat ini masih berada di Kabupaten Buol, Toli-toli, Sulawesi Tengah.
Menurut Rita, pihaknya kini sedang berupaya berkomunikasi dengan suami JSLP.
"Jadi ini penanganannya seperti itu, diselesaikan dengan cara komunikasi dulu," tutur Rita.
Kronologi
Diberitakan sebelumnya, JSLP diamankan polisi karena diduga hendak bunuh diri di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026) malam.
Kejadian bermula saat seorang anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan (Paspampres) yang berjaga di pos 02 Istana melihat seorang perempuan bertindak mencurigakan sekitar pukul 23.35 WIB.
Anggota Paspampres itu lalu mendatangi perempuan tersebut.
"Saat didatangi, tas perempuan itu sudah berada di bawah, sepatu sudah terlepas. Selanjutnya anggota melapor ke Komandan Posko," ujar Rita.