Waspada PHK, Kebijakan WFH Sektor Swasta Harus Ada Insentif

metrotvnews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah mulai menyiapkan berbagai skema mengantisipasi krisis energi akibat konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Salah satunya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 1 hari tiap pekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bersifat imbauan bagi sektor swasta.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai, sektor swasta harus dilibatkan dalam kebijakan WFH. Menurutnya, harus ada kesepakatan jelas agar perusahaan mau ikut tanpa takut berdampak pada pemasukan perusahaan.

Baca Juga :

WFH 1 Hari Tiap Pekan Kurang Efektif Hemat BBM
"Karena dia (swasta) mencari profit, apalagi yang sifatnya UMKM. Jadi, memang perlu ada satu kesepakatan atau kontrak yang jelas antara pemerintah dengan pihak swasta," ujar Trubus, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 24 Maret 2026.

Dia menjelaskan, kebijakan WFH bagi swasta tidak bisa hanya sekedar imbauan. Pemerintah harus memberikan memberikan berbagai insentif salah satunya melalui mekanisme insentif pajak.

"Harus ada insentif kepada swasta. Insentifnya itu bisa keringanan pajak atau apa saja yang bisa diberikan pemerintah kepada swasta," jelasnya.

Trubus mengingatkan, tanpa ada kesepakatan yang jelas bisa berdampak pada pekerja. Tanpa insentif, bukan tidak mungkin perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para pekerjanya.

"Kalau tidak dikasih insentif, itu nanti ujungnya PHK nanti. Karena kan yang menggaji (karyawan) itu adalah pihak swasta," katanya.


Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah/Metro TV

Dia menilai, kondisi WFH saat ini berbeda dengan Pandemi Covid-19. Saat pandemi ada keadaan khusus sehingga swasta mau terlibat dan di sisi lain pemerintah memiliki kekuatan untuk melakukan pengawasan.

"Jadi, menurut saya, memang harus ada perumusan yang jelas. Jadi, masyarakat pun harus diajak," terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Polri Buka Kemungkinan Perpanjang Masa Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Haru! Kapolres Sukoharjo Panggul Peti Jenazah Anggota yang Meninggal saat Lebaran
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Tito Paparkan Rencana Induk Perbaikan Aceh-Sumut-Sumbar, Butuh Rp130 T
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Amerika Serikat Kirim 15 Poin Rencana Damai Kepada Iran
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KSP Bantah PHTC Prabowo Pangkas Anggaran Pendidikan: Justru Diperkuat
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.