Cerita Warga Tangerang Pilih Mudik Setelah Lebaran, Tidak Macet dan Lebih Santai

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Sejumlah warga Tangerang masih ada yang terlihat melakukan perjalanan mudik pada hari ketiga setelah Idul Fitri atau Lebaran 2026.

Kebanyakan dari mereka memilih untuk mudik setelah Lebaran karena ingin menghindari kepadatan arus mudik.

Selain lebih lengang, perjalanan juga dinilai lebih santai tanpa harus berdesakan atau terjebak macet.

Baca juga: Penumpang Arus Mudik 2026 di Terminal Kalideres Anjlok 51 Persen

Salah satunya adalah Andi (34), yang memilih berangkat setelah Lebaran iuntuk menghindari kepadatan penumpang saat arus mudik.

"Enakan berangkat sekarang, enggak ramai kaya sebelum lebaran kemarin, jadi lebih santai," ujar Andi saat ditemui di Terminal Poris, Kota Tangerang, Selasa (24/3/2026).

Selain itu, ia juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan tiket mudik yang menuju arah Bondowoso saat sebelum lebaran kemarin.

"Sudah sempat cari-cari tiket buat sebelum lebaran tapi enggak dapat," kata dia.

Baca juga: Pasca Lebaran, 1.814 Orang Baru Berangkat Mudik dari Terminal Jatijajar Depok

Sementara itu, Rina (29) juga mengaku baru bisa pulang ke kampung halamannya yang berada Jember, setelah Lebaran karena harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

"Saya baru bisa pulang sekarang karena sebelumnya masih kerja. Jadi baru ambil cuti setelah Lebaran," kata Rina.

Meskipun begitu, menurut dia, mudik setelah Lebaran justru membuat dirinya lebih nyaman selama perjalanan.

Tidak hanya itu, ia juga tidak perlu berebut tiket maupun berdesakan seperti saat puncak arus mudik sebelum Lebaran.

"Lebih santai mudiknya soalnyakan kalau sebelum lebaran itu ramai banget. Tiketnya aja sampai ada yang enggak bagian. Kalau inikan kita bisa nikmati perjalan," jelas dia.

Baca juga: Kapolri Prediksi Arus Balik Lebih Padat Dibanding Arus Mudik

KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi lokasi keberangkatan di Terminal Poris, Kota Tangerang yang masih ramai oleh pemudik antar kota, Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, para calon penumpang masih ramai di sekitar area keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Mereka tampak membawa tas besar, hingga kardus berisi barang bawaan yang kemudian dimasukkan ke bagasi bus.

Namun, kepadatan di area tersebut tidak lagi seramai seperti sebelum lebaran, tepatnya saat arus mudik.

Pasalnya, penumpang dapat duduk dengan leluasa di ruang tunggu, sementara bus datang dan berangkat tanpa antrean panjang.

Baca juga: Menahan Rindu, Mereka Baru Bisa Mudik Usai Lebaran

Meski jumlah penumpang tidak sebanyak sebelumnya, sejumlah bus AKAP masih melayani rute ke berbagai daerah, seperti Jawa Timur hingga Bali.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Aktivitas keberangkatan pun tetap berlangsung, meski dengan frekuensi yang lebih rendah.

Sementara itu, suasana di area kedatangan masih terpantau sepi. Arus balik pemudik belum terlihat signifikan di Terminal Poris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya sebut kebijakan WFH sudah diputuskan dan segera diumumkan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Penyerangan Pangkalan Diego Garcia, Iran Sedang Mengubah Aturan Main
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
BSA Logistics Incar Dana Rp 306 Miliar, Pasang Harga IPO Rp 150-Rp170
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Bangkit, Putus Tren Turun 9 Hari di Tengah Harapan Deeskalasi Perang
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.