Krisis Energi Iran Dorong Inggris Terapkan Standar Rumah Ramah Lingkungan

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, London -- Pemerintah Inggris pada Selasa (24/3/2026) memperkenalkan aturan baru yang mewajibkan pengembang memasang heat pump dan panel surya di semua rumah baru di seluruh Inggris. Ini menjadi respons terbaru pembuat kebijakan terhadap dampak ekonomi dari konflik Iran.

Dilansir CNBC, para menteri Inggris menyatakan bahwa perang Iran dan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak semakin menegaskan pentingnya pemanfaatan energi bersih sebagai alat ketahanan energi.

Baca Juga
  • Di Tengah Lebaran, Kekerasan di Tepi Barat Meningkat
  • Pemerintah Siagakan Arus Balik Lebaran 2026, Operator Diminta Pastikan Armada Laik Jalan
  • Mencegah Penuaan Dini Akibat Sinar Ultraviolet

The Future Homes Standard, seperangkat regulasi pembangunan rumah baru di Inggris mulai 2028, akan menetapkan persyaratan agar rumah dibangun dengan pembangkit listrik terbarukan di lokasi. Sebagian besar diharapkan berasal dari tenaga surya.

Aturan tersebut juga mengharuskan rumah dibangun dengan sistem pemanas rendah karbon, seperti heat pump dan jaringan pemanas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemerintah menambahkan bahwa panel surya plug-in, yang dapat dipasang pemilik rumah di balkon, akan tersedia di toko-toko dalam beberapa bulan ke depan.

“Perang Iran sekali lagi menunjukkan bahwa dorongan kita terhadap energi bersih sangat penting bagi ketahanan energi agar kita dapat lepas dari ketergantungan pada pasar bahan bakar fosil yang tidak kita kendalikan,” kata Menteri Energi Inggris Ed Miliband dalam sebuah pernyataan.

“Baik melalui panel surya yang menjadi standar pada rumah baru maupun memungkinkan masyarakat membeli panel surya plug-in di toko, kami bertekad memperluas penggunaan energi bersih demi kedaulatan energi negara,” tambahnya.

Panduan tersebut secara umum disambut baik oleh pelaku industri energi, meskipun sejumlah aktivis menyerukan agar pemerintah Inggris melangkah lebih jauh dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Masyarakat ingin terbebas dari krisis bahan bakar fosil, sejak konflik di Timur Tengah dimulai, minat terhadap tenaga surya meningkat hingga 50 persen. Heat pump dan mobil listrik juga mengalami lonjakan permintaan,” ujar Greg Jackson, pendiri dan CEO Octopus Energy.

“Setiap panel surya, heat pump, dan baterai dapat menekan biaya serta memperkuat kemandirian energi Inggris. Langkah terbaru pemerintah juga dapat membantu menurunkan biaya elektrifikasi,” katanya.

Para ilmuwan iklim berulang kali memperingatkan bahwa pengurangan signifikan penggunaan bahan bakar fosil diperlukan untuk menahan pemanasan global. Pembakaran batu bara, minyak, dan gas diidentifikasi sebagai penyebab utama krisis iklim.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz, Tegaskan Tak Perlu Pasang Ranjau di Teluk Persia
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Marak Parkir Liar di Monas, Dishub Siagakan Mobil Derek Keliling Kawasan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Dubes Saudi: Serangan Iran Bikin Timteng Tak Stabil, Dampaknya Sangat Besar
• 1 jam laludetik.com
thumb
Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Pembunuhan Juru Parkir di Malang, Korban dan Pelaku Konsumsi Miras
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Detik-detik WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Bus
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.