Rumah Warga Jagakarsa Berulang Kali Dibobol, Pelaku Ternyata Tukang Pungut Uang Keamanan

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah seorang warga di Jagakarsa berulang kali dibobol maling setiap ditinggal keluar kota.

Pelaku bahkan memiliki pola pencurian yang sama, yakni hanya menyasar uang tunai di dalam rumah.

Pemilik rumah, Fajar, mengaku telah tiga kali menjadi korban pencurian. Ia menyebut pelaku kerap mengambil uang dalam jumlah kecil agar tidak langsung disadari.

“Tapi biasanya dia kalau ngambil enggak semua. Misal ada uang Rp 1 juta, nanti dia ambil cuma ratusan ribu,” ujar Fajar, Selasa (24/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, Fajar mengaku telah kehilangan sekitar Rp 3 juta dan satu unit ponsel yang disimpan di dalam lemari.

Baca juga: Ditinggal Mudik, Rumah di Jagakarsa Nyaris Dibobol, Digagalkan Usai Ketahuan CCTV

Setelah dua kali kebobolan, Fajar akhirnya memasang tiga kamera pengawas (CCTV) di rumahnya sejak September 2025, masing-masing di teras, ruang tamu, dan kamar.

“Kami kehilangan saat itu belum ada CCTV. Setelah saya ngeuh kalau itu maling, baru saya pasang CCTV,” katanya.

Pada hari kedua Lebaran, Fajar kembali meninggalkan rumahnya untuk mudik ke Bogor. Namun, pada malam harinya, ia menerima notifikasi dari aplikasi pemantau CCTV di ponselnya.

Awalnya, ia mengira notifikasi tersebut hanya menangkap objek biasa. Namun setelah diperiksa, ternyata kamera merekam keberadaan orang di dalam rumah.

“Pas dicek, ternyata orang beneran. Saya buru-buru screen record, jaga-jaga kamera dirusak,” ujarnya.

Baca juga: Fortuner Tabrak 2 Mobil dan 4 Motor di PIK, 2 Orang Tewas, 7 Terluka

Kecurigaannya terbukti. Saat salah satu pelaku menyadari keberadaan kamera di kamar, listrik rumah langsung dimatikan.

CCTV di ruang tamu berhenti beroperasi, sementara kartu memori di kamera kamar diambil.

Fajar kemudian menghubungi kakaknya, Supriyanto, yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Supriyanto segera mendatangi rumah dan memergoki dua pria yang ternyata merupakan warga setempat.

Keluarga Fajar terkejut saat mengetahui salah satu pelaku adalah orang yang selama ini rutin memungut uang keamanan di lingkungan tersebut.

Baca juga: Terjadi Lagi Pengunjung Tebet Eco Park Dilarang Memotret, Pengelola Buka Suara

Polisi dari Polsek Jagakarsa kemudian dipanggil untuk mengamankan kedua pelaku yang diketahui berinisial WH (47) dan AT (39).

“Pelaku sudah dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Jagakarsa, AKP Nurma Dewi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita satu kunci rumah korban serta dua unit ponsel milik pelaku.

Hingga kini, penyidik masih mendalami bagaimana pelaku bisa memiliki kunci rumah korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham EMAS-ARCI Cs Tumbang saat IHSG Menguat usai Libur, Ada Apa?
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
One Way KM 414-KM 263 ke Arah Jakarta Dihentikan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Menag Dorong Integrasi Nilai Spiritual dan Sains di Pendidikan Tinggi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Filipina Umumkan Status Darurat Energi Imbas Perang Timur Tengah
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Filipina Umumkan Darurat Energi Nasional Imbas Konflik Timur Tengah
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.