Masyarakat Diimbau Manfaatkan Kebijakan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Masyarakat diharapkan memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja pada 25-27 Maret 2026. Selain itu, memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026. Masyarakat diimbau memanfaatkan kedua kebijakan ini dan menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik untuk mengurai kepadatan.

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA). Kebijakan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan saat puncak arus balik Lebaran 2026.

"Jadi kalau ada masyarakat yang ingin memilih balik bisa memanfaatkan besok tanggal 25, 26, 27, tadi sudah saya sampaikan dan ini saya sampaikan sekali lagi sehingga kemudian puncak arus mudik ini bisa terurai," kata Sigit saat secara resmi membuka rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional arus balik lebaran 2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Dalam kesempatan ini, Sigit juga meminta masyarakat tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Karena itu, pemudik diimbau memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan pemerintah seperti di tempat istirahat, pos pelayanan, maupun pos terpadu.

“Pemudik yang kecapean tentunya kita harapkan untuk bisa beristirahat dan jangan memaksakan diri," kata Sigit.

Secara terpisah, Juru Bicara Polri Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan, arus lalu lintas sejak Senin (23/3) sore hingga Selasa (24/3) pagi, menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan, khususnya kendaraan yang kembali menuju Jakarta.

Volume kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama sebanyak 167.939 kendaraan atau naik 28,55 persen dibandingkan kondisi normal. Kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 225.293 kendaraan atau meningkat 73,71 persen dari kondisi normal.

“Hal ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran sudah mulai meningkat sehingga diperlukan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan,” tuturnya.

Pada sektor transportasi umum, pergerakan masyarakat juga meningkat. Penumpang kapal penyeberangan mencapai 273 ribu orang, penumpang kereta api sekitar 1,5 juta orang, dan penumpang pesawat sebanyak 189 ribu orang.

Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan agar mengatur perjalanan dan tidak kembali pada masa puncak balik tanggal 24, 28, 29 Maret 2026 dengan memanfaatkan pemberlakuan WFA pada 25-27 Maret 2026. Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono juga mengimbau pemudik memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026 di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group.

Baca JugaWFA ASN Perlu Mekanisme Pengawasan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan baik dan menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik. Dengan pengaturan perjalanan yang lebih tersebar, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan serta perjalanan masyarakat lebih nyaman dan aman.

Saat dihubungi dari Jakarta, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan, masyarakat terkadang tidak membaca informasi dengan jeli. Jika jeli mengikuti informasi, pemudik bisa pulang dengan lancar. Kebijakan WFA dinilai Djoko bisa memancing pemudik menunda kepulangannya.

Sementara itu, kebijakan diskon tarif tol tidak terlalu besar pengaruhnya dalam mengurai kemacetan. Sebab, pemudik sudah punya rencana kapan pulang. “Diskon tidak begitu banyak. Jadi, tidak begitu pengaruh juga,” ujar Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut.

Menurut Djoko, kemacetan pada masa Lebaran tidak bisa dihindari. Sebab, jalan tidak dirancang untuk kondisi anomali.  “Yang penting itu sebenarnya keselamatannya itu,” tegasnya.

Baca JugaWFA Lebih Panjang, Pengusaha Khawatir Produktivitas Kerja Terganggu

Ia berharap pemudik jangan berkendara saat lelah. Banyak kecelakaan yang terjadi karena kelelahan. Melihat perjalanan yang lama, maka pemudik harus memperhitungkan kapan harus keluar dari gerbang tol untuk istirahat. Jangan hanya bergantung pada tempat istirahat yang pasti penuh saat arus mudik atau balik Lebaran.

Djoko mengingatkan, pemudik agar berhenti saat lelah dan jangan memaksakan diri. Sebab, mereka tidak hanya mengejar waktu, tetapi keselamatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Jakpus gencarkan patroli obat terlarang di Tanah Abang 
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kepadatan Puncak Arus Balik 2026, 6 Kapal Tambahan Disiapkan di Pelabuhan Bakauheni
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Bantah Berunding dengan AS, Sebut Isu Itu Berita Palsu untuk Manipulasi Pasar Minyak
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Puncak Arus Balik, Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Terjual 93%
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas Antam Stabil Hari Ini, Tapi Buyback Turun Rp80 Ribu
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.