KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Iran merilis rekaman yang menunjukkan dugaan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Minab bulan lalu yang menyebabkan 175 orang meninggal.
Rekaman yang diambil pada 28 Februari menunjukkan serangan udara menghantam sekolah dasar putri Shajarat Tayyiba di Iran selatan, serta beberapa lokasi di dekatnya.
Media Iran melaporkan sekitar 175 orang, termasuk anak-anak meninggal akibat serangan tersebut.
Teheran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan itu.
Sementara Israel mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut. Amerika juga membantah menargetkan warga sipil.
Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut adanya pembicaraan negosiasi antara Washington dan Teheran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan tidak pernah ada proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
Ia bahkan menyebut klaim tersebut sebagai berita palsu yang diduga bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan harga minyak global.
Ghalibaf juga menambahkan, rakyat Iran justru menuntut respons tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.
Ia menekankan, seluruh pejabat Iran tetap solid mendukung kepemimpinan tertinggi negara.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan telah menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Ia mengklaim langkah tersebut diambil karena dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir berlangsung sangat baik dan produktif.
Baca Juga: Permukiman di Kota Terbesar Israel Rusak Usai Diserang Bom Klaster Iran | BERITA UTAMA
#iran #trump #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- iran
- amerika
- trump
- as israel serang sekolah
- iran as negosiasi





