JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan berinisial JSLP (20) yang diamankan di depan gerbang Istana Merdeka, Gambir, diduga mengalami depresi dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan kejiwaan.
Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengatakan JSLP telah menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
“Kondisinya sekarang sehat. Kami sudah antarkan ke RSCM bagian kejiwaan,” ujar Rita saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).
Rita menjelaskan, saat pemeriksaan di Polres, petugas menemukan buku kontrol kejiwaan di dalam tas milik JSLP. Hal ini mengindikasikan adanya riwayat gangguan psikologis.
“Memang sudah ada riwayat kejiwaan, ya mungkin depresi. Terlalu depresinya, sehingga mengganggu kejiwaannya,” kata dia.
Baca juga: Wanita Muda Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Presiden
Selama pemeriksaan, JSLP juga sulit diajak berkomunikasi dan cenderung menjawab singkat.
Polisi pun membatasi pertanyaan untuk menghindari kondisi psikologisnya semakin memburuk.
Selain itu, perempuan yang diketahui merupakan warga Jakarta Timur tersebut berulang kali menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
“Kemarin sempat kita komunikasikan untuk meminta nomor telepon orang tuanya, tapi dia tidak mau. Yang dia katakan hanya ingin bunuh diri,” ungkap Rita.
Baca juga: Wanita Muda yang Diamankan di Istana Bawa Tali 2 Meter, Diduga Untuk Gantung Diri
Pernah Berobat ke RSCMRita menambahkan, JSLP sebelumnya telah menjalani pengobatan di RSCM.
Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan dokter yang pernah menangani JSLP dan diminta untuk segera merujuknya kembali ke rumah sakit.
“Memang sudah pernah berobat ke RSCM. Kami juga sudah komunikasi dengan dokternya untuk segera diantar ke sana,” ujarnya.
Saat diamankan, petugas juga menemukan tali tambang berwarna putih sepanjang dua meter yang diduga akan digunakan untuk bunuh diri.
Baca juga: Wanita yang Mau Bunuh Diri di Istana Ternyata Korban Pelecehan, Lalu Dinikahi Pelaku
Riwayat Kekerasan Seksual dan KDRTLebih lanjut, polisi mengungkap JSLP pernah menjadi korban kekerasan seksual pada 2023 di wilayah Jakarta Pusat.
“Dia pernah membuat laporan ke unit PPA terkait pelecehan seksual. Namun perkara itu gugur karena sudah ada pertanggungjawaban dari pelaku, yakni dinikahkan,” kata Rita.





