Pantau - Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus menunjukkan progres positif dengan pengadaan jet tempur Dassault Rafale yang berjalan sesuai rencana, termasuk proses perakitan dan pengiriman yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Kolaborasi Pertahanan Kian MenguatDuta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menegaskan hubungan bilateral di sektor pertahanan dan keamanan tetap stabil dan menjadi fondasi utama kerja sama kedua negara.
Ia menyampaikan, "Kerja sama kita berjalan dengan baik," untuk menggambarkan kondisi hubungan di tengah dinamika kawasan.
Penone juga menekankan komitmen untuk memperkuat sinergi industri pertahanan dengan Indonesia.
"Kami mengembangkan kerja sama dan terus mendorong kolaborasi industri dengan pemerintah Indonesia," ungkapnya saat ditemui di Wisma Prancis ketika menerima kunjungan manajemen Persib Bandung.
Selain sektor pertahanan, Prancis berupaya memperluas kerja sama ke bidang sosial dan budaya yang mencakup pendidikan, seni, dan olahraga.
Kerja sama tersebut telah berjalan melalui dialog antarmenteri budaya, program mobilitas akademik, serta pembinaan atlet antara kedua negara.
Pengadaan Rafale dan Jadwal PengirimanIndonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan utama jet tempur Rafale yang diproduksi oleh Dassault Aviation dengan total pesanan mencapai 42 unit.
Kementerian Pertahanan Indonesia terus memproses pengadaan tersebut untuk memperkuat armada udara nasional.
Pada Januari 2026, Rico Sirait menyampaikan bahwa pengiriman gelombang kedua Rafale dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026.
Jumlah unit dalam tahap kedua masih belum dipastikan karena menyesuaikan proses pengadaan dan kesiapan operasional.
Sebelumnya, tiga unit Rafale gelombang pertama telah tiba dan ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin sejak pertengahan Januari 2026.
Jet tempur tersebut diterbangkan langsung dari Prancis oleh penerbang TNI AU sebagai bagian dari kesiapan operasional awal.




