Isak tangis menyelimuti para korban kecelakaan maut mobil Isuzu Elf yang terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3). Insiden ini menewaskan enam orang—yang masih satu keluarga.
Salah satu korban selamat, Ratna Wulan, menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan ini terjadi. Ratna menjelaskan bahwa perjalanan rombongannya dimulai sejak Minggu (22/3) pagi untuk agenda ziarah ke Ciamis dan wisata ke Pangandaran.
Ia mengatakan penumpang Elf sebetulnya telah menyarankan sopir agar beristirahat terlebih dahulu.
"Tadinya disuruh istirahat dulu karena [sopir] belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," kata Ratna saat ditemui di RSUD Cideres.
Kata Ratna, kondisi jalan saat itu baru saja diguyur hujan sehingga diduga menjadi licin. Menurut dia, saat itu saat sebagian besar penumpang terlelap karena kelelahan.
"Nenek sempat teriak bilang hati-hati, jangan bawa mobil kencang-kencang. Abah juga bilang pelan saja jangan ngebut," ujarnya.
Kemudian pada pukul 23.05 WIB, kecelakaan itu pun terjadi. Ratna mengaku tak mengingat detail saat terjadinya kecelakaan sebab ia langsung kehilangan kesadaran usai terbentur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah penumpang di dalam mobil tersebut sebanyak 21-22 orang.
Sopir Diduga MengantukKasat Lantas AKP Pandu Surya Renata mengungkap penyebab kecelakaan itu.
"Kondisi jalan saat itu licin. Pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan, sehingga kendaraan oleng ke sebelah kanan dan masuk ke dalam parit," jelas Pandu dalam keterangannya, Selasa (24/3).
Berdasarkan data medis, tiga korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Majalengka, sementara tiga lainnya merupakan pasien rujukan dari RSUD Talaga yang tercatat meninggal di RSUD Cideres.





