Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Universitas Binawan memperkenalkan metode pendidikan keperawatan berbasis simulasi ala Finlandia guna meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi praktik klinis. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan LAB University of Applied Sciences, Finlandia.
Program tersebut diperkenalkan dalam kuliah tamu bertajuk Nursing Education – Simulation Pedagogy in Finland pada 10 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran untuk menjawab kesenjangan antara teori dan praktik di dunia kesehatan.
Wakil Rektor Bidang Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, menilai kerja sama lintas negara menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Kolaborasi akademik lintas negara merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan dan membuka akses mahasiswa terhadap standar kompetensi internasional. Dimana hal ini adalah juga pengejewantahan salah satu core value dari Universitas Binawan, yakni internasional,” kata Farouk, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 25 Maret 2026.
Pelaksana Tugas Rektor Henny Suzana Mediani menyampaikan kegiatan ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa terkait praktik terbaik pendidikan keperawatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mendapatkan wawasan baru mengenai praktik terbaik pendidikan keperawatan berbasis simulasi yang telah diterapkan di Finlandia,” ujar Henny.
Dalam pemaparan materi, dosen LAB University of Applied Sciences, Mira Korvenoja, menekankan peran penting simulasi dalam pembelajaran keperawatan.
“Simulasi bukan hanya metode pembelajaran, tetapi jembatan antara teori dan praktik nyata di lapangan,” kata Mira.
Pendapat serupa disampaikan Maj-Britt Tallbacka. Ia menilai pendekatan simulasi memberi ruang aman bagi mahasiswa untuk berlatih keterampilan klinis sebelum terjun ke layanan kesehatan.
“Pendekatan berbasis simulasi memungkinkan mahasiswa mengasah keterampilan klinis secara aman dan terstruktur sebelum terjun langsung ke layanan kesehatan,” ujar Maj-Britt.
Sementara itu, Tiina Simola menjelaskan pendidikan keperawatan di Finlandia menitikberatkan pada keselamatan pasien, kemampuan berpikir kritis, serta kolaborasi interprofesional.
Pendekatan berbasis simulasi dinilai mampu memperkuat kompetensi teknis sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan dalam situasi klinis yang kompleks.
Universitas Binawan menargetkan kolaborasi ini dapat membekali mahasiswa dengan wawasan global serta keterampilan aplikatif agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Editor: Redaksi TVRINews





