Volume Kendaraan di Tol MBZ Arah Jakarta Tembus 56.000, Arus Balik Mulai Terjadi

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan menuju Jakarta melalui Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada momen arus balik Lebaran 2026.

Berdasarkan data lalu lintas, jumlah kendaraan yang mengarah ke Jakarta mencapai 56.611 unit.

Angka ini meningkat 139,41 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya sebesar 23.646 kendaraan.

“Angka ini meningkat 139,41 persen dibandingkan lalu lintas normal,” ujar General Manager Operasi dan Pemeliharaan Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Desti mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan mulai terjadinya pergerakan arus balik masyarakat menuju Jakarta setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Waspada Macet! Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Ini Jadwalnya

Selain itu, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta juga mengalami kenaikan.

Tercatat sebanyak 40.822 kendaraan melintas ke arah sebaliknya, atau meningkat 86,47 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 21.892 kendaraan.

Meski demikian, arus kendaraan masih didominasi pergerakan menuju Jakarta. Hal ini menandakan pergeseran arus lalu lintas ke fase arus balik.

“Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ pada kedua arah mencapai 97.433 kendaraan,” kata Desti.

Baca juga: Puncak Arus Balik di Terminal Bekasi Bakal Terjadi 2 Kali, Catat Tanggalnya

Imbauan Keselamatan Bagi Pengendara

Seiring meningkatnya volume kendaraan, pengelola jalan tol mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Pengendara diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, kecukupan bahan bakar minyak (BBM) maupun daya listrik bagi kendaraan listrik juga perlu diperhatikan agar perjalanan tidak terganggu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Desti juga mengingatkan potensi perubahan cuaca, khususnya hujan, yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.

“Ini agar perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antrean 5 Kilometer di Jalur Tengah Sumedang Imbas One Way Tol Cipali
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Timur Masohi, Dirasakan di Negeri Sepa
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Takaichi Tegaskan Upaya Diplomatik Jepang Redam Ketegangan di Hormuz
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Emas Melemah, Pasar Cermati Beda Klaim AS dan Iran soal Konflik
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Sah! Danur: The Last Chapter Jadi Film Indonesia 2026 ke-3 Tembus 1 Juta Penonton 
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.