Bisnis.com, SUMEDANG — Antrean panjang kendaraan terjadi di jalur tengah Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang hingga Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka pada Selasa (23/3/2026) pagi.
Kepadatan dengan antrean sekitar lima kilometer itu terjadi di ruas jalan arah Bandung menuju Cirebon, sedangkan arus sebaliknya dari Cirebon menuju Bandung terpantau relatif lancar.
Kondisi tersebut dipicu oleh penerapan sistem satu arah (one way) di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), yang mengalihkan sebagian arus kendaraan ke jalur arteri, termasuk jalur tengah Sumedang. Akibatnya, volume kendaraan meningkat signifikan di jalur non-tol tersebut sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 09.00 WIB, antrean kendaraan didominasi mobil pribadi dan bus antarkota. Laju kendaraan tersendat dengan kecepatan rata-rata di bawah 20 kilometer per jam. Titik kepadatan terparah berada di sejumlah persimpangan dan pasar tumpah yang mempersempit badan jalan.
Sejumlah pengendara mengaku terjebak antrean sejak keluar dari wilayah Bandung. Mereka menyebut perjalanan menuju Cirebon yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam, kini berpotensi molor hingga dua kali lipat.
“Dari pagi sudah macet. Tadi keluar dari Bandung lancar, tapi masuk wilayah Sumedang mulai padat sampai merayap,” ujar Andi (34), seorang pemudik asal Cimahi yang hendak menuju kampung halamannya di Cirebon.
Baca Juga
- Arus Balik Lebaran 2026: Jadwal Contra Flow, One Way & Ganjil Genap 24 Maret 2026
- H-1 Lebaran: One Way Cipali Disetop, Lalu Lintas Kembali Dua Arah
- Cirebon Dilintasi 766.574 Kendaraan, Arus Balik Tak Setinggi Mudik
Keluhan serupa disampaikan Rina (29), penumpang bus tujuan Kuningan. Ia mengatakan perjalanan terasa melelahkan karena kendaraan kerap berhenti dalam waktu lama.
“Sudah hampir satu jam lebih di titik ini, belum juga bergerak lancar,” katanya.
Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Cirebon menuju Bandung terpantau lancar tanpa hambatan berarti. Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan normal, meskipun sesekali terjadi peningkatan volume di beberapa titik, namun tidak sampai menyebabkan antrean panjang.
Petugas di lapangan mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan menjaga jarak aman. Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengingat perjalanan melalui jalur arteri cenderung lebih menantang dibandingkan jalan tol.
Hingga menjelang siang hari, antrean kendaraan di Kecamatan Tomo hingga Kadipaten masih terlihat mengular, meskipun perlahan mulai bergerak.




