JAKARTA, KOMPAS.com — Fajar, seorang warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, terpaksa membatalkan rencana mudik Lebarannya di Bogor, Senin (23/3/2026).
Ia harus bergegas pulang setelah rumahnya dibobol oleh dua pencuri pada Senin dini hari, padahal dirinya baru tiba di Bogor pada Minggu (22/3/2026) sore.
“Harusnya semingguan di sana. Tapi sekarang sudah di rumah, kemarin juga habis dari Polsek (Jagakarsa),” ungkap Fajar kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Rumah Kosong saat Mudik Jadi Incaran Maling, Ini Modus yang Harus Diwaspadai
Aksi pencurian yang dilakukan oleh WH (47) dan AT (39) ini diketahui Fajar melalui rekaman CCTV yang terhubung ke ponselnya.
Fajar mengaku sangat terkejut karena mengenal kedua pelaku. Bahkan ia rutin memberikan uang keamanan kepada mereka setiap bulan.
Jebakan Uang Pecahan Rp 20.000Fajar mengungkapkan bahwa rumahnya sudah pernah kemalingan sebanyak dua kali sebelumnya, yang mengakibatkan hilangnya uang Rp 3 juta dan satu unit ponsel.
Kejadian tersebut membuatnya waspada dan memasang tiga kamera CCTV untuk memantau kondisi rumah saat ditinggal mudik.
Menariknya, kali ini Fajar sengaja meninggalkan uang pecahan Rp 20.000 di rumah untuk memancing pelaku, sementara seluruh uang tunai lainnya ia bawa ke Bogor.
Ia sudah menduga bahwa maling tersebut akan kembali beraksi saat rumah dalam keadaan kosong.
“Saya juga mau cek, balik lagi enggak dia (maling). Saya sudah menduga setiap kali ninggalin rumah, jadi selalu kepikiran,” kata Fajar.
Saat aksi berlangsung, aplikasi CCTV di ponsel Fajar memberikan peringatan. Ia segera melakukan screen record saat melihat kedua pelaku membongkar isi lemari dan laci di setiap sudut rumah.
Meski pelaku sempat mematikan listrik dan mengambil kartu memori CCTV di kamar, rekaman layar di ponsel Fajar tetap tersimpan sebagai bukti kuat.
Fajar kemudian menghubungi kakaknya, Supriyanto, yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Saat didatangi, Supriyanto mendapati WH dan AT masih berada di dalam rumah.
Kedua pelaku lantas dikonfrontasi oleh warga sekitar yang juga mengaku pernah menjadi korban pencurian oleh oknum yang sama.
Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi mengonfirmasi bahwa kedua pelaku saat ini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa kunci rumah dan ponsel milik pelaku.
“Pelaku sudah dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Nurma Dewi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




