Jakarta, VIVA – Di tengah tekanan waktu yang sempit dan ekspektasi tinggi publik, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengambil langkah yang tidak biasa. Ia membangun fondasi tim bukan hanya dari pemain, tetapi dari ruang belakang degbab menghadirkan staf kepelatihan lintas negara sebagai kunci mempercepat adaptasi skuad Garuda.
Keputusan itu bukan sekadar variasi, melainkan strategi. Herdman sadar, dengan waktu persiapan yang hanya hitungan hari jelang laga FIFA Series 2026, pendekatan konvensional tidak akan cukup. Apalagi, momen FIFA Matchday kali ini beririsan dengan libur Idul Fitri, membuat skuad belum sepenuhnya lengkap hingga mendekati pertandingan.
Alih-alih mengeluhkan situasi, ia justru merancang sistem yang bisa “menutup celah” keterbatasan waktu.
- Dok. AFC
Herdman secara terbuka menyebut bahwa keberadaan staf dari tujuh negara berbeda merupakan kekuatan utama timnya saat ini. Ia memadukan elemen lokal yang memahami karakter pemain Indonesia dengan tenaga ahli internasional yang membawa pengalaman global.
Nama-nama seperti Dzikry Lazuardi sebagai analis, Sofie Imam di sektor fisik, serta Nova Arianto menjadi fondasi lokal yang ia percaya. Sementara itu, sentuhan internasional datang dari Simon Grayson, Andrej Kostolansky, hingga Damian van Rensburg yang memperkuat sektor teknis, termasuk penjaga gawang.
Tak berhenti di situ, Herdman juga melibatkan mantan kapten Timnas Kanada, Steven Vitoria, serta Cesar Meylan yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan performa fisik atlet.
Bagi Herdman, kombinasi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan cara untuk mempercepat transfer pengetahuan di dalam tim.
“Ini tentang keseimbangan. Kami ingin merangkul budaya Indonesia, tetapi juga membawa metodologi dan kerangka kerja yang sudah terbukti,” ujar Herdman.
Pendekatan tersebut, sambung Herdman, tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga mencoba membangun fondasi jangka panjang yang menjadi sebuah sistem agar bisa bertahan melampaui satu turnamen.
Taktik Dikejar WaktuRealitas di lapangan tetap tidak mudah. Herdman hanya memiliki waktu efektif sekitar dua hari untuk mematangkan taktik sebelum laga pembuka melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno.





