Trump Klaim Kontak dengan Petinggi Iran di Tengah Jeda Serangan 5 Hari, Siapa Dia?

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa ia menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Ia juga mengklaim bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan berjalan dengan positif yang bertujuan mengakhiri konflik di antara keduanya.

Pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa utusannya sedang berkomunikasi dengan seorang pemimpin tertinggi Iran, namun bukan pemimpin tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ia juga menolak menyebutkan nama orang tersebut dengan alasan tak ingin sosok pemimpin tersebut terbunuh.

Baca Juga :
Sosok Kunci Iran Tewas Diserang AS-Israel, Jenderal IRGC Ambil Alih Peran Strategis di Balik Negosiasi
NASA Mau Pendaratan di Bulan Setiap Tahun Mulai 2027

Melansir laman Al Jazeerah, Rabu 25 Maret 2026, meski Trump tidak menyebutkan siapa pejabat tersebut. Namun sejumlah media di Israel dan Amerika Serikat melaporkan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump, sedang berkomunikasi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Namun, baik pemerintah Iran maupun Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Washington. Dalam sistem politik Iran, setiap negosiasi dengan Amerika Serikat juga harus mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, serta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi agar dianggap sah.

Terkait dengan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran seperti yang dimaksud Trump, berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang pembicaraan yang diklaim presiden AS tersebut.

Pada Sabtu, Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz, atau negara tersebut akan menghadapi serangan AS terhadap fasilitas energinya. Iran membalas dengan menyatakan akan menyerang fasilitas energi dan air di Israel serta kawasan Teluk jika AS melakukan hal tersebut. Ghalibaf juga sempat mengancam perusahaan-perusahaan yang memegang obligasi Departemen Keuangan AS.

Kemudian pada Senin, Trump menulis di platform Truth Social bahwa Washington dan Teheran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan berjalan dengan positif terkait penyelesaian penuh dan menyeluruh atas permusuhan kami di Timur Tengah. Ia juga memerintahkan pasukan AS untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim Trump bahwa negosiasi sedang berlangsung. Pejabat Iran menuduh Trump hanya menunda ancaman serangan demi menenangkan pasar energi.

Baca Juga :
Serangan AS-Israel Rusak 114 Situs Budaya di Iran
Pedas! Presiden Jerman Kritik Trump, Sebut Perang Iran Kesalahan Besar yang Bawa Bencana
Irak Tolak Bergabung dalam Operasi di Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atletico Madrid capai kesepakatan dengan Orlando City untuk Griezmann
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Teka-teki Racikan John Herdman untuk Timnas Indonesia, Lini Pertahanan Diprediksi Jadi Fokus Utama
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
One Way Arus Balik Akan Diperpanjang jika Tol Trans Jawa Masih Padat
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
PSG Ajukan Penundaan Laga Kontra Lens Demi Liga Champions, Ditolak karena Dinilai Tidak Adil
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Puncak Arus Balik di DIY Diprediksi Selasa Hari Ini
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.