Penjualan Tesla Pulih di Eropa Setelah Penurunan Drastis

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Kendaraan listrik Tesla di Eropa meningkat menjadi 17.664 unit pada Februari, naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Penjualan Tesla Pulih di Eropa Setelah Penurunan Drastis. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Penjualan mobil Tesla (TSLA) mulai menunjukkan perbaikan di wilayah Eropa Raya. Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), registrasi kendaraan listrik Tesla (sebagai indikator penjualan) di Eropa meningkat menjadi 17.664 unit pada Februari, naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Pada Januari, penjualan mobil perusahaan Elon Musk itu turun 17 persen, bulan terakhir dari tren penurunan yang telah berlangsung sejak Desember 2024.

Baca Juga:
Tesla dan LG Energy Solution Bangun Pabrik Baterai Rp73,07 Triliun di AS

Meskipun Februari ini mengalami lonjakan penjualan, hal itu terjadi setelah Februari yang lemah pada 2025. Tahun lalu, penjualan Tesla di Eropa anjlok 27 persen.

Tren penurunan Tesla baru-baru ini terjadi di tengah meningkatnya penjualan kendaraan listrik di wilayah Eropa Raya. Total registrasi kendaraan listrik di wilayah tersebut, yang mencakup Inggris dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa, meningkat 15,8 persen pada Februari, dengan registrasi keseluruhan tanpa memandang jenis mesin penggerak hanya naik 1,7 persen.

Baca Juga:
Tesla Pertimbangkan Beli Peralatan Surya Rp48,72 Triliun dari Pemasok China

Pesaing utama Tesla dari China, BYD (BYDDY), yang menjual berbagai macam kendaraan listrik murni dan hibrida, melaporkan penjualan yang kuat lagi bulan ini, dengan total penjualan Februari melonjak 162 persen menjadi 17.954 unit terjual di Eropa.

Penjualan BYD di Eropa telah melonjak setiap bulan sejak ACEA mulai memasukkan perusahaan ini dalam datanya musim panas lalu.

Baca Juga:
Elon Musk Sebut Tesla Akan Bangun Terafab untuk Produksi Chip AI

Meskipun penjualan kendaraan listrik agak menurun di AS, kendaraan listrik dan hibrida murah berkembang pesat di Uni Eropa, terutama dari produsen mobil China seperti BYD dan Li Auto.

Sedangkan untuk Tesla, ketidakpopuleran CEO Elon Musk yang mendalam di Eropa tidak membantu citra perusahaan, dan kurangnya produk baru Tesla, seperti kendaraan listrik yang lebih murah, juga merugikan penjualan, sehingga tidak memiliki daya saing melawan impor murah dari China

Di AS, produsen mobil domestik seperti Tesla telah terlindungi dari persaingan China, setidaknya hingga saat ini. Produsen mobil seperti Ford dilaporkan sedang membahas cara untuk membangun kendaraan buatan China di AS melalui usaha patungan.

Stellantis juga sudah bekerja sama dengan Leapmotor dari China dalam pengembangan kendaraan bersama.

Tesla, yang baru saja menghentikan produksi Model S dan Model X EV yang lebih mahal, bertaruh pada masa depan kendaraan otonom sepenuhnya, yaitu taksi robot, dan robot Optimus untuk mendorong pertumbuhan. Penjualan global perusahaan secara keseluruhan turun 9 persen tahun lalu setelah merosot 1 persen pada 2024.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran SNBT 2026: Jadwal, Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Lengkap
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
2 Pemain Persib Temui Duta Besar Prancis untuk Indonesia
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Badan Gizi Nasional Pastikan Kabar Siswa Daring Wajib ke Sekolah untuk Ambil MBG Hoaks
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Lengkap FIFA Series 2026 di GBK, Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis Kapan?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah : KPK Didesak Moratorium Pengalihan Status Tahanan
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.