Tabrakan Pesawat Air Canada dan Pemadam Kebakaran di Bandara LaGuardia Terungkap

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

DUNIA penerbangan Amerika Serikat kembali berduka. Sebuah jet regional Air Canada flight 8646 mengalami kecelakaan fatal setelah menabrak mobil pemadam kebakaran di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York. Insiden tragis ini mengakibatkan dua pilot muda, Antoine Forest dan Mackenzie Gunther, dinyatakan tewas.

Kecelakaan bermula pada Minggu malam ketika pesawat yang terbang dari Montreal tersebut bersiap mendarat di Runway 4 sekitar pukul 11:35 malam. Di saat yang sama, petugas pengontrol lalu lintas udara (ATC) tengah menangani situasi darurat pesawat United Airlines yang mengalami masalah teknis dan bau aneh di kabin.

Detik-Detik Mencekam di Landasan

Berdasarkan rekaman audio, petugas ATC sempat memberikan izin kepada kendaraan pemadam kebakaran untuk melintasi jalur yang sama dengan pesawat Air Canada. Meski pengontrol udara segera memerintahkan kendaraan tersebut untuk berhenti, instruksi itu datang terlambat.

Baca juga : Tragedi Air Canada di LaGuardia: Rekor Keselamatan 34 Tahun Pecah Seketika

"Berhenti, berhenti, berhenti, berhenti, berhenti, Truk Satu, berhenti, berhenti, berhenti!" teriak petugas ATC dalam rekaman tersebut.

Pesawat Air Canada yang baru saja menyentuh landasan melaju dengan kecepatan lebih dari 100 mph (160 km/jam) dan menghantam sisi truk pemadam. Benturan keras tersebut menghancurkan bagian hidung pesawat hingga sekitar 25-30 kaki bagian depan pesawat hilang.

Rebecca Liquori, seorang penumpang yang duduk di kursi darurat, menceritakan momen mengerikan tersebut. "Kami mengalami pendaratan yang sangat kasar. Terdengar suara gerinda saat pilot mencoba mengerem, lalu diikuti dentuman besar yang melemparkan kami dari kursi," tuturnya.

Baca juga : Kronologi Tragedi LaGuardia: Pesawat Air Canada Tabrak Truk Damkar, Dua Pilot Gugur

Pahlawan di Balik Kokpit

Meski memakan korban jiwa di pihak kru kokpit, aksi cepat pilot dalam melakukan pengereman dianggap telah mencegah korban jiwa yang lebih banyak. Analis keselamatan, David Soucie, menyebutkan jika pesawat menghantam bagian lain dari truk tersebut, bisa terjadi ledakan besar pada tangki bahan bakar.

"Para pilot menyelamatkan nyawa kami. Tindakan cepat mereka dalam mengerem memperlambat dampak benturan. Mereka adalah pahlawan," ujar Liquori dengan haru.

Sorotan Terhadap Beban Kerja ATC

Investigasi awal oleh National Transportation Safety Board (NTSB) kini menyoroti faktor teknologi dan beban kerja petugas ATC. Diketahui bahwa truk pemadam tersebut tidak memiliki transponder yang memungkinkan radar bandara melacak posisinya.

Selain itu, masalah kekurangan staf juga menjadi sorotan. Saat kejadian, hanya ada dua pengontrol yang bertugas di menara LaGuardia. Para ahli menyebut sistem penerbangan saat ini sedang "sesak" akibat kekurangan personel yang memaksa petugas bekerja lembur hingga 10 jam per shift selama enam hari seminggu.

Seorang petugas ATC yang terlibat tampak sangat terpukul dalam rekaman audio pasca-kejadian. "Aku tahu, aku mencoba menghubungi mereka. Kami sedang menangani keadaan darurat sebelumnya. Aku melakukan kesalahan," ungkapnya kepada pilot lain.

Investigasi mendalam diperkirakan akan memakan waktu hingga satu tahun untuk menentukan penyebab utama dari kecelakaan komersial paling mematikan di New York dalam beberapa dekade terakhir ini. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata John Herdman soal Persiapan Pendek Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Gus Mamak Apresiasi Program Bunga Desaku Jember untuk Pangkas Jarak Pemimpin dan Rakyat
• 48 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Ribuan ASN Pemprov DKI Jakarta Masuk Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran 2026
• 8 jam laluokezone.com
thumb
BMKG prakirakan cuaca berawan dan hujan di sejumlah kota Indonesia
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.