PT Pertamina (Persero) menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah terpencil Papua hingga daerah terdampak bencana di Sumatra dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2026. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan membangun sumur bor, fasilitas penyaringan air, serta menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa pada awal 2026 Pertamina telah membangun tujuh titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke dan Jayapura, Papua. Fasilitas tersebut kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.
“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).
Salah satu penerima manfaat berada di Kampung Tambat, Merauke, Papua. Selama bertahun-tahun, warga setempat mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual dengan kandungan belerang yang kurang layak digunakan, terutama saat musim kemarau.
Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, mengatakan kondisi tersebut sempat menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
"Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," ujar Samuel.
Melalui program TJSL Pertamina, kini warga memperoleh akses sumur bor yang dilengkapi reservoir penampungan dan fasilitas penyaringan air. Kehadiran fasilitas tersebut membantu masyarakat mendapatkan air bersih yang lebih layak.
“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” lanjut Samuel.
Selain di Papua, Pertamina juga menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Dalam upaya tersebut, perusahaan membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga, serta menyalurkan sekitar 5 juta liter air bersih melalui truk tangki. Program ini menjangkau lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat.
"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana di Sumatra.
Baca Juga: Layanan Motoris Pertamina Siaga di Jalur Non-Tol Pantura, Antar BBM Saat Macet
Program penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 terkait air bersih dan sanitasi layak. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 11 dan SDG 13 melalui penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.
Pertamina menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program keberlanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.




