ESKALASI ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah sejumlah fasilitas vital di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Media pro-pemerintah dan otoritas nuklir Iran menuduh Amerika Serikat serta Israel berada di balik rentetan serangan yang menyasar infrastruktur gas di Isfahan hingga kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Kantor Berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan bahwa serangan menghantam gedung administrasi gas dan stasiun pengurang tekanan gas di Isfahan tengah. Menurut laporan tersebut, serangan ini tidak hanya merusak fasilitas publik tetapi juga berdampak pada pemukiman warga di sekitar lokasi.
Fasilitas Gas dan Pembangkit Listrik Jadi SasaranSelain di Isfahan, muncul laporan mengenai upaya sabotase terhadap pipa gas yang menyuplai Pembangkit Listrik Khorramshahr di wilayah barat Iran. Namun, Gubernur Khorramshahr memberikan klarifikasi proyektil tersebut jatuh di luar area stasiun pipa gas. Insiden ini dipastikan tidak memakan korban jiwa maupun kerusakan pada infrastruktur utama.
Baca juga : Qatar Perintahkan Evakuasi Massal di Doha Menyusul Serangan Misil
Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut saat dihubungi oleh media internasional.
Serangan di Kawasan Nuklir BushehrKekhawatiran global meningkat setelah Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi sebuah proyektil menghantam area luar PLTN Bushehr pada Selasa malam waktu setempat. AEOI mendeskripsikan insiden ini sebagai "serangan berulang" yang dilakukan oleh pihak yang mereka sebut sebagai "musuh Amerika-Israel."
Dalam pernyataan resminya, AEOI memastikan bahwa fasilitas nuklir utama tetap aman dan tidak mengalami kerusakan teknis maupun kebocoran.
Baca juga : Iran Sasar Bandara Kuwait dan Fasilitas Energi Bahrain
"Laporan awal menunjukkan bahwa serangan tersebut tidak menyebabkan kerusakan finansial, teknis, maupun manusia, dan tidak ada bagian dari fasilitas tersebut yang terdampak," tulis pernyataan resmi AEOI.
Pelanggaran Hukum InternasionalAEOI menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap fasilitas nuklir untuk tujuan damai merupakan pelanggaran nyata terhadap regulasi dan komitmen internasional. Mereka memperingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat memicu dampak yang sangat berbahaya bagi kawasan.
"Serangan terhadap fasilitas nuklir damai melanggar regulasi internasional yang melindungi situs tersebut dari aksi militer. Insiden ini dapat membawa konsekuensi berbahaya dan tidak dapat diperbaiki bagi keselamatan serta keamanan regional, khususnya bagi negara-negara di sepanjang Teluk Persia," tegas lembaga tersebut.
Insiden ini merupakan kejadian kedua dalam bulan yang sama di mana proyektil menghantam kawasan Bushehr, meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi di wilayah tersebut. (CNN/BBC/Z-2)





