Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut mempertimbangkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai calon mitra dan pemimpin masa depan Iran. Akankah rencana Trump menjadikan Ghalibaf pemimpin Iran selanjutnya terwujud?
Dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/3), menurut laporan Politico, mengutip dua pejabat pemerintahan, laporan tersebut mengatakan Ghalibaf dipandang oleh setidaknya beberapa orang di Gedung Putih sebagai mitra yang dapat diandalkan yang dapat memimpin Iran dan bernegosiasi dengan pemerintahan Trump dalam fase selanjutnya dari perang tersebut.
Para pejabat tersebut mengatakan Gedung Putih belum siap untuk berkomitmen pada satu orang pun. "Dia adalah pilihan yang menarik," kata seorang pejabat pemerintahan, menurut Politico.
"Dia salah satu yang paling berpengaruh... Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru."
Donald Trump mengatakan pada Senin (23/3), bahwa akan ada "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran. Dia menambahkan bahwa perubahan telah dimulai karena "semua orang telah terbunuh" dari kepemimpinan sebelumnya.
"Mereka benar-benar baru memulai. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid," katanya.
(rfs/imk)





