EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah robot humanoid di Provinsi Shaanxi, Tiongkok tiba-tiba mengayunkan lengan mekanisnya dan menampar wajah seorang anak laki-laki yang menonton dari barisan depan saat sedang melakukan pertunjukan tari. Video kejadian tersebut memicu perhatian luas di internet.
Video yang beredar menunjukkan bahwa di lokasi acara, robot humanoid tersebut sedang menampilkan gerakan tari berputar. Dalam salah satu gerakan berputar dengan ayunan lengan yang besar, robot itu tiba-tiba mengenai wajah seorang anak laki-laki di barisan depan. Bocah tersebut langsung terdiam, refleks menutup pipinya, dan tampak kebingungan beberapa saat.
Saat itu, banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk menonton pertunjukan robot, namun di sekitar panggung tidak dipasang pagar pengaman.
Menurut laporan media Tiongkok, dalam sebuah acara di Shaanxi, robot tersebut tiba-tiba mengayunkan lengannya saat menari dan menampar seorang anak yang menonton dari jarak dekat. Anak itu tampaknya sempat menyadari bahaya, tetapi tidak sempat menghindar. Setelah insiden, robot tetap melanjutkan pertunjukannya tanpa berhenti.
Media Henan Jiuzhou News juga mempublikasikan video dengan judul: “Robot humanoid menampilkan gerakan lincah, namun detik berikutnya tiba-tiba menampar dua anak laki-laki; pengunggah menyebut bahkan sampai mimisan.”
Topik terkait menjadi trending pada 23 Maret dan memicu berbagai komentar warganet:
- “Anaknya sudah mengantisipasi, tapi tidak punya ruang untuk mundur.”
- “Kalau kena benda logam pasti sakit sekali.”
- “Robot ini benar-benar ‘tidak punya etika’.”
- “Dipukul begini tapi tidak perlu minta maaf atau bertanggung jawab? Orang lain malah tertawa.”
Komentar lain juga menyebut:
- “Pertunjukan yang sangat berbahaya.”
- “Robot sudah mulai memukul orang.”
- “Setelah memukul masih terus berputar di tempat.”
- “Robot ini seharusnya masuk rumah sakit jiwa.”
Seorang blogger menulis bahwa sebagian robot komersial sengaja memperbesar gerakan demi efek pertunjukan, tetapi mengabaikan pemasangan sensor keamanan dan pembatas gerak. Selain itu, sebagian penyelenggara acara juga tidak memasang pagar pengaman atau menempatkan petugas khusus demi menghemat biaya, sehingga menimbulkan potensi bahaya bagi penonton.
Sebelumnya, berbagai video robot buatan dalam negeri Tiongkok yang terjatuh juga beredar luas di internet. Pada tahun 2025, robot yang tampil dalam acara Festival Musim Semi Tiongkok bahkan terlihat harus dibantu naik turun panggung, yang kemudian menjadi bahan ejekan warganet luar negeri. Warganet menyindir bahwa pihak berwenang sering memamerkan teknologi yang belum matang sambil mengklaim “jauh lebih maju”.
Pada Februari tahun ini, di CapitaLand Mall (Meilicheng), sebuah robot humanoid juga sempat lepas kendali saat pertunjukan dan menendang seorang lansia hingga jatuh, sementara robot itu sendiri juga terjatuh, memicu kerumunan penonton. Insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran publik terkait keselamatan.
Pada 8 Maret, di Shanghai Science and Technology Museum dalam pameran “Kebangkitan Patung Kuno”, sebuah robot yang diangkat oleh lengan mekanis untuk pertunjukan jatuh karena penjepit tidak kuat. Robot tersebut jatuh dari ketinggian, hancur berkeping-keping dengan bagian-bagian berserakan di lantai, dan kembali menjadi bahan ejekan di internet.
Dilaporkan oleh Tang Zixuan/Disunting oleh Li Quan – NTDTV.com





