Wall Street Boncos Lagi di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Investor mencerna kenaikan harga minyak, data ekonomi AS yang beragam, dan perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 25 Maret 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,18 persen menjadi 46.124,06. Indeks S&P 500 merosot 0,37 persen menjadi 6.556,37. Indeks Nasdaq Composite turun 0,84 persen menjadi 21.761,9.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif, dengan sektor energi dan material memimpin kenaikan masing-masing sebesar 2,05 persen dan 1,67 persen. Sektor jasa komunikasi dan real estat memimpin penurunan masing-masing sebesar 2,5 persen dan 0,76 persen.
  Baca juga: Saham AS Pulih, Dow Jones Raup Cuan Berlimpah   Harga minyak pulih  
Harga minyak kembali melanjutkan tren kenaikannya setelah anjlok pada sesi sebelumnya. Pembalikan tajam ini terjadi seiring berlanjutnya serangan AS-Israel terhadap Iran, yang meredam optimisme pasar sebelumnya bahwa konflik tersebut berpotensi mereda.
 
Harga minyak mentah Brent berjangka global untuk pengiriman Mei melonjak 4,55 persen menjadi USD104,49 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka AS untuk pengiriman Mei naik 4,79 persen menjadi USD92,35 per barel.
 
Menanggapi lanskap geopolitik yang bergejolak, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon mengatakan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menimbulkan risiko signifikan dalam jangka pendek bagi ekonomi global.
 
"Saya pikir perang Iran membuat peluangnya lebih baik dalam jangka panjang, mungkin lebih berisiko dalam jangka pendek, karena kita tidak tahu hasilnya," kata Dimon pada konferensi yang diadakan di Washington, DC.
 
Dari segi ekonomi, data awal menunjukkan tren yang berbeda dalam aktivitas bisnis AS. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur AS (PMI) S&P Global naik menjadi 52,4 pada Maret, dari 51,6 pada Februari, melebihi ekspektasi pasar sebesar 51,3. Sebaliknya, PMI Jasa AS S&P Global turun menjadi 51,1 pada Maret dari 51,7 pada bulan sebelumnya, sedikit di bawah konsensus pasar median.


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
  Kinerja tujuh saham raksasa teknologi beragam  
Di sektor teknologi, kinerja tujuh saham raksasa "Magnificent Seven" beragam, setelah reli luas pada Senin yang mengakhiri penurunan selama tiga sesi berturut-turut untuk grup tersebut. Saham Tesla naik setelah perusahaan melaporkan peningkatan penjualan bulanan pertamanya di Eropa dalam lebih dari setahun.
 
Dalam perkembangan korporasi lainnya, analis Bank of America melanjutkan liputan terhadap Oracle dengan peringkat "beli" dan target harga USD200. Para analis menyarankan ekspektasi pasar yang lebih rendah untuk penyedia perangkat lunak tersebut, dikombinasikan dengan latar belakang permintaan yang kuat untuk kemampuan kecerdasan buatan.
 
Kondisi itu menghadirkan peluang pembelian dengan harga diskon yang menarik bagi investor. Di sisi lain, saham Oracle mengalami penurunan sebanyak 4,7 persen pada perdagangan Selasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Polisi Hentikan Ambulans Terobos Macet di Bangkalan, Ternyata Tanpa Pasien
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Lalu Lintas Arus Balik Melandai, Kapolri Tetapkan One Way Sepenggal
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Diplomasi Maritim, 26 Negara Ikut ASEAN Plus Cadet Sail 2026
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mudik Gratis Kapal Perang Diserbu Pemudik, KRI Banda Aceh Angkut Ribuan Orang
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Selain Prabowo, Siapa Lagi Berpeluang Maju di 2029?
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.