Pahami Risiko Melintas di Tol Fungsional, Kecepatan Ideal 60 Km/Jam

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penggunaan jalur tol fungsional saat arus balik Lebaran dinilai efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Salah satunya Japek II Selatan guna mengurangi volume di jalur tol Cikampek eksisting.

Namun di balik manfaat tersebut, pengendara diingatkan untuk tetap waspada karena kondisi jalan belum sepenuhnya memenuhi standar operasional.

Pengamat otomotif sekaligus Pakar Desain Produk Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa secara konstruksi, tol fungsional umumnya masih dalam tahap awal sehingga karakter permukaannya berbeda dengan tol yang sudah jadi sepenuhnya.

“Dari perspektif keselamatan berkendara, penggunaan tol fungsional memang membantu mengurai kemacetan saat mudik, tetapi tetap harus dipahami bahwa kondisi jalannya belum memenuhi standar tol operasional penuh,” kata Yannes kepada kumparan, Senin (23/3/2026).

Ia menyebut, permukaan jalan pada tol fungsional biasanya masih berupa beton dasar atau lean concrete. Kondisi ini membuat tekstur jalan belum seragam, sehingga daya cengkeram ban bisa berbeda di setiap titik.

“Biasanya masih berupa beton dasar atau lean concrete yang belum seragam betul teksturnya sehingga daya cengkeram ban di sepanjang jalan tersebut bisa berbeda. Karena itu, penting untuk menjaga kecepatan di kisaran sekitar 60 km/jam walaupun jalan terlihat kosong,” kata dia.

Selain itu, Yannes juga menyarankan pengendara untuk menghindari melintas pada malam hari. Minimnya penerangan dan rambu reflektif dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Lalu sangat disarankan untuk menghindari melintas pada malam hari karena umumnya masih sangat minim penerangan dan rambu reflektif, serta menjaga jarak aman lebih panjang karena permukaan jalan bisa saja berdebu atau licin saat hujan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi aquaplaning yang lebih tinggi di tol fungsional. Hal ini disebabkan sistem drainase yang belum sempurna sehingga genangan air bisa muncul secara tiba-tiba.

“Selain itu, potensi aquaplaning juga lebih tinggi karena drainase jalannya yang belum sempurna, sehingga genangan air bisa muncul tiba-tiba dan berbahaya jika dilibas dalam kecepatan tinggi,” kata dia.

Tak kalah penting, kondisi ban kendaraan juga perlu mendapat perhatian ekstra. Sisa material konstruksi seperti kerikil tajam berpotensi masih ditemukan di jalan, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan ban.

“Karena sisa material konstruksi seperti kerikil tajam bukan tidak mungkin masih ada sehingga bisa meningkatkan risiko kerusakan ban,” ujarnya.

Dengan berbagai kondisi tersebut, pengendara diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak terpancing kondisi jalan yang terlihat lengang saat melintasi tol fungsional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insiden di Bandara New York: Pramugari Terpental Keluar Pesawat Bersama Kursinya dan Selamat
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
PSI Bakal Mulus Melenggang ke Senayan, Partai Besutan Anies?
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Saatnya Panen Cuan dari Oleh-oleh Lebaran
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Kebijakan Efisiensi BBM, Kemhan: Arahan Presiden Prabowo Subianto
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kerajaan Arab Saudi kecam serangan Iran ke negara-negara Teluk
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.