BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah pekerja mulai kembali beraktivitas usai cuti bersama Lebaran yang berakhir pada 24 Maret 2026.
Di hari pertama masuk kerja, Rabu (25/3/2026), sebagian dari mereka mengaku masih kesulitan menyesuaikan diri, terutama untuk kembali bangun pagi dan melawan kantuk.
Salah satu penumpang, Devina Ain (27), mengaku masih merasakan beratnya kembali ke rutinitas setelah libur panjang.
Baca juga: Puas Liburan, Kembali ke Realita: Pekerja Mengejar Waktu di Stasiun Bogor
“Masih agak berat bangun pagi lagi, tapi ya harus balik kerja. Liburannya sudah selesai,” ujar Devina kepada Kompas.com di Stasiun Bogor, Rabu (25/3/2026).
Meski begitu, pekerja swasta di salah satu perusahaan di Jakarta Utara ini tetap harus bergegas, bangun pagi, mengejar kereta pagi agar tidak terlambat di hari pertama kerja.
Baca juga: Hari Terakhir Cuti Bersama Lebaran, Jalur Green Line Stasiun Tanah Abang Padat Penumpang
Hal serupa disampaikan pekerja swasta, Ebet (49), yang juga mulai kembali bekerja setelah menikmati libur Lebaran.
Ia sudah cukup menikmati waktu bersama keluarga selama libur.
“Sudah puas liburan, kembali ke realita,” lanjutnya.
Meski begitu, Ebet mengaku cukup berat kembali ke rutinitas pagi.
Ia harus memasang alarm lebih awal dan melawan rasa kantuk demi mengejar kereta menuju tempat kerjanya.
“Biasanya pas libur bisa bangun agak siang, sekarang harus bangun pagi lagi. Lumayan kaget, tapi mau nggak mau harus dibiasakan,” ujarnya.
KRL padat, kursi penuh
Dari pantauan Kompas.com, kondisi di Stasiun Bogor tampak padat oleh penumpang yang didominasi pekerja.
Mereka terlihat mengenakan pakaian kerja, membawa tas punggung, hingga kartu identitas perusahaan.
Sejumlah penumpang berjalan cepat bahkan berlari kecil saat pengumuman keberangkatan kereta terdengar dari pengeras suara, menambah kesibukan di peron pada Rabu pagi.
Di dalam KRL, penumpang berdiri berdesakan. Beberapa orang mendapatkan tempat duduk, lainnya harus berdiri karena gerbong KRL penuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang