Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Depok-Antasari (Desari), tepatnya di KM 02+600 sebelum Gerbang Tol Andara 1, Selasa (24/3) malam. Insiden ini melibatkan sebuah mobil Toyota Fortuner dan Toyota Agya.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, mengkonfirmasi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.35 WIB. Kecelakaan diduga dipicu pengemudi Fortuner yang berkendara dengan kecepatan tinggi dan melintasi bahu jalan.
"Diduga pengemudi kendaraan Toyota Fortuner B 1345 LES menggunakan bahu jalan dengan kecepatan tinggi, out of control saat memasuki lajur 1 yang mengakibatkan 33 (kecelakaan) dengan mobil di depannya," kata Reiki dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Peristiwa bermula saat Toyota Fortuner yang dikemudikan oleh Rayhan Taufiq Djajaprawira (29) melaju di lajur 2 dengan kecepatan sekitar 100 km/jam. Setibanya di KM 02+400, Rayhan berpindah ke bahu jalan luar untuk menyalip kendaraan di depannya.
Saat mencoba kembali masuk ke lajur 1, mobil Fortuner tersebut menabrak Toyota Agya bernopol B 2370 TFU yang dikemudikan oleh Saidah Mutia (40). Saat itu, Saidah diketahui hendak menuju arah keluar Gerbang Tol Andara 1.
"Kejadian tersebut mengakibatkan kendaraan pihak pertama (Fortuner) terguling ke lajur 2 dengan posisi melintang," jelas Reiki.
Akibat benturan keras tersebut, mobil Fortuner mengalami kerusakan parah pada bagian bodi, kaca depan hancur, hingga pintu samping kanan dan kiri ringsek.
Sementara itu, mobil Agya mengalami kerusakan di bagian bodi depan dan hancur di bagian belakang kanan.
Meski kondisi kendaraan rusak berat, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Korban jiwa nihil. Korban luka ringan dua orang perempuan," ungkapnya.
Sebelumnya, video pasca-kecelakaan ini sempat viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, saksi mata menyebutkan Fortuner tersebut melaju ugal-ugalan sebelum menabrak kendaraan lain.
Saat ini, kedua kendaraan telah dievakuasi dan diamankan. Kasus kecelakaan ini telah diserahkan ke Unit Laka Lantas Jakarta Selatan untuk penanganan lebih lanjut.





