Pantau - Arus balik Lebaran 2026 menuju Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya mulai menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai moda transportasi, baik jalur darat, kereta api, maupun penerbangan seiring berakhirnya masa libur Idul Fitri.
Pergerakan ini menandai dimulainya fase sibuk arus balik ketika para pemudik kembali ke rutinitas kerja setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Di jalur darat, volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek terus meningkat, terutama melalui Gerbang Tol Cikampek Utama sebagai titik krusial arus balik Trans Jawa.
Data PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat hingga Selasa malam sebanyak 85.453 kendaraan telah melintas menuju Jakarta melalui gerbang tol tersebut.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paalo mengatakan lonjakan mulai terlihat sejak malam hari, terutama kendaraan dari arah Jawa Tengah.
“Karena memang melihat saat ini sudah naik untuk volume lalu lintasnya, sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB sudah mencapai sekitar 70 ribu kendaraan,” ungkapnya.
Untuk mengurai kepadatan, pengelola tol menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) nasional dan contraflow di titik-titik strategis.
Selain itu, penambahan gardu transaksi juga dilakukan guna mempercepat arus kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta.
Secara kumulatif, PT Jasa Marga mencatat sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek pada periode H-10 hingga H+2 Lebaran atau 11 hingga 23 Maret 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut angka tersebut baru mencapai sekitar separuh dari total proyeksi kendaraan arus balik tahun ini.
“Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujarnya.
Selain jalur darat, lonjakan mobilitas juga terjadi pada sektor transportasi massal seperti kereta api dan penerbangan yang menjadi pilihan masyarakat karena faktor kenyamanan dan ketepatan waktu.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dalam waktu bersamaan saat arus balik berlangsung.
Pihak terkait terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti rekayasa yang diberlakukan demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.




