JAKARTA, KOMPAS.TV - Selisih harga beli dan jual emas Antam per hari Rabu (25/3/2026) kini semakin melebar, bahkan menembus lebih dari Rp350.000 per gram. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan investor, apakah ini pertanda harga emas akan terus turun atau justru sinyal lain dari pasar.
Saat ini, harga beli emas berada di kisaran Rp2,8 juta per gram. Namun, jika dijual kembali di hari yang sama, nilainya hanya sekitar Rp2,4 juta per gram. Gap yang cukup besar ini membuat banyak orang mulai mempertimbangkan ulang strategi investasinya.
Pengamat mata uang dan komoditas dari komunitas How Low Can You Grow Emas, Ibrahim Aswadi, menilai kondisi ini bukan sinyal untuk panik atau buru-buru menjual emas.
"Nah itu akibat dari spread-nya," kata Ibrahim dalam program Kompas Bisnis di Sapa Pagi Indonesia KompasTV, Rabu (25/3).
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun Drastis: Cek Rinciannya per 25 Maret 2026
Ia menjelaskan bahwa perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh mekanisme pasar global dan penyesuaian harga emas dunia. Ketika harga emas internasional mengalami penurunan, maka struktur harga domestik, termasuk spread, ikut berubah.
Menurut Ibrahim, selisih harga yang lebar justru menjadi pengingat penting bahwa emas bukan instrumen untuk mencari keuntungan cepat.
"Jadi diharapkan bahwa masyarakat itu jangan berpikir bahwa hari ini beli, kemudian jangka pendek dijual, kemudian untung, bukan seperti itu," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa investasi logam mulia seharusnya dilakukan dalam jangka menengah hingga panjang, bukan hitungan hari atau bulan.
Edukasi Investasi Masih Minim
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- harga emas
- emas antam
- investasi emas
- buyback emas
- emas hari ini
- pengamat





