KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama sejumlah pejabat terkait resmi memberlakukan lalu lintas one way nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).
Kebijakan one way nasional diterapkan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran. Sebanyak 285.000 kendaraan diprediksi bergerak menuju arah Jakarta pada 24 Maret 2026.
“Volume kendaraan yang menuju arah Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk kembali ke kota asal,” ujar Dudy dalam siaran persnya, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Sekitar 1,6 Juta Kendaraan Pemudik Belum Keluar Jateng, One Way Nasional 24-29 Maret
Sementara itu, untuk mengurangi kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, Dudy menyampaikan bahwa Rest Area KM 52B Tol Jakarta–Cikampek ditutup sementara sesuai keputusan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Sebagai alternatif, pemudik diimbau memanfaatkan rest area lainnya, seperti KM 42B dan KM 19B.
“Sebelum melakukan perjalanan, saya mengimbau masyarakat untuk mengecek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang dinamis dari pihak Kepolisian. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy atau melalui Call Center Jasa Marga,” kata Dudy.
Baca juga: Cara Cek Tarif Tol Mudik Lebaran di Travoy, Biar Biaya Perjalanan Lebih Terencana
Selain itu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
“Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA yang diberlakukan pemerintah pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa,” ujar Dudy.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca juga: Dua Kementerian Perlu Dilibatkan Susun SKB Pembatasan Angkutan Logistik Saat Hari Besar Keagamaan
Dudy menegaskan, kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk menjaga kelancaran arus balik sekaligus keselamatan pengguna jalan.
“Tak bosan-bosan saya menyerukan kepada para pengusaha angkutan logistik untuk tetap patuh pada ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat pada masa arus balik berlangsung aman, tertib, dan juga lancar,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Polri, pemerintah daerah (pemda), pengelola jalan tol, hingga Jasa Raharja, yang telah bekerja keras menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek
Ia berharap koordinasi dan kolaborasi tersebut dapat terus terjaga hingga masa Angkutan Lebaran 2026 berakhir.
Sebagai informasi, pembukaan one way nasional turut dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Polri (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Agus Suryonugroho, serta Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




