Pasokan Terganggu Imbas Perang Iran, Ratusan SPBU di Australia Kehabisan BBM

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ratusan stasiun pengisian bahan bakar di Australia dilaporkan mengalami kekurangan pasokan, seiring perang di Timur Tengah yang mengganggu suplai global.

Mengutip Bloomberg, Menteri Energi Chris Bowen mengatakan kepada parlemen pada Selasa (23/3) bahwa sedikitnya 600 SPBU di seluruh negeri kehabisan setidaknya satu jenis BBM. Kekurangan tersebut terutama terjadi di dua negara bagian dengan populasi terbesar, yakni New South Wales dan Victoria, yang memengaruhi sekitar 10 persen dari total SPBU.

Hampir tertutupnya Selat Hormuz sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu telah memutus sekitar seperlima pasokan minyak dunia, memperketat ketersediaan bahan bakar dan mendorong lonjakan harga.

Dengan kapasitas pengolahan domestik yang terbatas, Australia mengimpor lebih dari dua pertiga kebutuhan bensin, diesel, dan bahan bakar jet. Pemasok utamanya, Korea Selatan, bahkan telah menyatakan akan membatasi sebagian ekspornya.

Pada Selasa (23/3), pemerintah Australia menyatakan akan melonggarkan standar diesel selama enam bulan ke depan guna memperkuat pasokan domestik. Kebijakan ini membuka peluang bagi pemasok dari AS, Kanada, dan Eropa. Australia sendiri hanya memiliki cadangan sekitar 38 hari untuk bensin dan 30 hari untuk diesel per pekan lalu, setelah menggunakan stok untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Data Australian Institute of Petroleum pun mencatat harga bensin dan diesel melonjak, yang menambah tekanan terhadap perekonomian. Bank sentral Australia bahkan telah menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya secara berturut-turut pekan lalu dalam upaya mengendalikan inflasi yang masih tinggi.

Pada Rabu (24/3), Australia juga mengajukan undang-undang yang memungkinkan otoritas persaingan usaha menggandakan sanksi atas praktik menyesatkan atau kartel, dengan denda maksimal mencapai 100 juta dolar Australia atau sekitar USD 70 juta per pelanggaran.

Sebelumnya, pemerintah telah meningkatkan batas denda hingga 50 juta dolar Australia, lima kali lipat dari sebelumnya, di tengah laporan harga bahan bakar di tingkat konsumen naik lebih cepat dibandingkan acuan harga internasional pada awal konflik Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resident Evil Requiem Picu Lonjakan Pemain di Steam, Popularitas Leon Kennedy Kembali Meledak
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Anies, AHY, dan SBY Bertemu di Cikeas, Apa yang Dibahas?
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Kapolda Sumsel Ajak Anggota Bersinergi Hadapi Karhutla
• 4 jam laludetik.com
thumb
Anak Gampang Terdistraksi? 9 Cara Seru Ini Bisa Bantu Latih Fokusnya
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas PRR Pastikan Bantuan Hunian Penyintas Bencana Tepat Sasaran
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.