JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RT 08 RW 05, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, mengeluhkan lambannya pengangkutan sampah di wilayahnya setelah banjir yang terjadi pada Sabtu (21/3/2026) malam.
Sekretaris RT 08, Djarot, menjelaskan bahwa wilayah tersebut sempat tergenang banjir setinggi 1,5 meter. Air mulai surut pada Minggu (22/3/2026) pagi.
Ia menambahkan, pengangkutan sampah baru dilakukan pada Selasa (24/3/2026) dan Rabu (25/3/2026).
"Sudah tertangani sih. Kalau penginnya warga ya setiap ada banjir, sampah segera terangkut," kata Djarot saat ditemui, Rabu.
Baca juga: Banjir Ciracas Tak Kunjung Surut, Camat: Biasanya Hanya 2 Jam
Meski demikian, Djarot memahami keterlambatan tersebut karena adanya antrean di TPS Kampung Rambutan dan TPA Bantargebang.
"Biasanya langsung, malam banjir, pagi itu langsung diangkutin. Lah ini karena ini terkendala di tempat pembuangan akhir, terus yang di penampungan yang di terminal, sekitar terminal (Kampung Rambutan)," jelasnya.
Ia menyebutkan, sampah yang menumpuk didominasi perabot rumah tangga yang rusak akibat terendam banjir.
Febryan Kevin/Kompas.com Sampah menumpuk di Jalan Tang Ciracas, mulai diangkut PPSU, Rabu (25/3/2026).
"Dua-duanya, ada sampah perabot, ada juga yang terbawa banjir lalu menumpuk. Di sini ada 106 kepala keluarga (KK) di RT 08, ditambah RT 09 ada 89 KK. Namun yang paling parah di sini (RT 08). Kalau di RT 09, sampahnya terbawa ke sini, jadi di sini penuh," ujar Djarot.
Sebelumnya, banjir setinggi 1,5 meter yang terjadi pada Sabtu (21/3/2026) menyebabkan adanya penumpukan sampah di kawasan RT 08 RW 05, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, khususnya di Jalan Tanjung.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (25/3/2026), sampah yang menumpuk mulai diangkut oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Ciracas.
Baca juga: 46 RT di Ciracas Jaktim Direndam Banjir, 696 Warga Mengungsi
Pengangkutan dilakukan menggunakan mobil pikap untuk dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS).
Tumpukan sampah didominasi perabot rumah tangga, seperti lemari, kasur, hingga sepatu.
Sampah yang telah menumpuk selama beberapa hari itu masih basah dan mengeluarkan bau menyengat.
Sejumlah warga juga terlihat membongkar kasur atau dipan yang menumpuk untuk mengambil kayu yang masih bisa digunakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang