JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka setelah libur panjang Idulfitri 2026.
Wacana pembelajaran hybrid iusai libur Lebaran 2026 yang sempat mencuat akhirnya dibatalkan, menandai komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus mencegah penurunan capaian belajar siswa.
Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR Soroti Wacana Pembelajaran Daring Anak Sekolah, Sebut Kurang Efektif
Ia menegaskan, hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret 2026 menyepakati bahwa pembelajaran tetap dilakukan secara normal di sekolah.
“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan penerapan pembelajaran hybrid yang mengombinasikan metode daring dan luring pasca-libur Lebaran.
Skema ini muncul sebagai salah satu opsi untuk mengantisipasi dampak di tengah krisis global yang sedang terjadi.
Namun, setelah melalui pembahasan lintas kementerian, opsi tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah lebih memilih mempertahankan sistem pembelajaran tatap muka penuh.
Abdul Mu’ti menekankan pembelajaran langsung di sekolah dinilai lebih efektif, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam membangun karakter siswa.
Baca Juga: Jadwal Masuk Sekolah SD, SMP, SMA setelah Libur Lebaran 2026 Menurut SEB
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Antara
- sekolah tatap muka
- KBM setelah lebaran
- sekolah daring
- pembelajaran tatap muka
- mendikdasmen abdul muti
- libur lebaran





