BGN Suspend Dapur Mitra Viral Joget-Joget: Ini Bukan Bisnis, Jangan Aneh-Aneh

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Seorang mitra Badan Gizi Nasional (BGN) atas nama Hendrik Irawan viral karena mengunggah sejumlah video dirinya berjoget-joget. Di antaranya, video itu diambil di dalam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ia kelola.

Jogetannya itu ramai usai netizen mengaitkannya dengan pernyataan Hendrik soal mendapatkan insentif Rp 6 juta per hari dari mengelola SPPG. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang pun merespons tindakan Hendrik itu.

“Pertama saya menyayangkan,” ucap Nanik saat dihubungi, Rabu (25/3).

Nanik menyebut BGN tak hanya menyayangkan tindakan Hendrik, tapi juga marah. Ia menegaskan SPPG bukanlah sebuah bisnis.

“Ya, kita marah ya. Nggak boleh kayak begitu. Itu bukan bisnis. Ini-ini, saya juga nggak tahu dia, tapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi,” ucap Nanik.

Nanik mengingatkan agar mitra MBG seharusnya low profile dan tidak aneh-aneh. Ia mengancam mitra yang melakukan tindakan serupa akan disanksi tutup dapur.

“Ya saya minta mitra itu low profile lah jangan aneh-aneh, kalau ada yang aneh-aneh nanti saya suspend atau malah kita hentikan dapurnya,” tutur Nanik.

Dapur Hendrik Disuspend

Nanik mengatakan Hendrik mengelola tujuh SPPG di area Jawa Barat. Dari tujuh itu, Nanik menjelaskan baru satu yang berjalan.

Usai ramai, dapur Hendrik disidak oleh Direktur Tauwas Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro. Dari situ, Nanik menyebut dapur Hendrik rupanya salah layout dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)-nya ‘tidak benar’.

Karena kedua hal itu, dapur Hendrik kini di-suspend atau dihentikan sementara.

“Dapurnya sudah kita suspend, bukan perkara dia nari, tapi karena layout-nya salah dan IPAL tidak sempurna,” ucap Nanik kepada wartawan, dikutip Rabu (25/3).

Selain itu, Nanik juga menyayangkan Hendrik yang melaporkan sejumlah pengunggah ulang video jogetnya ke polisi. Nanik meminta Hendrik tak menyalahkan orang lain.

“Saya juga menyayangkan ngapain harus lapor polisi? Kan yang salah siapa, makanya jangan joget-joget. Jangan nyalahin yang upload dong. Jangan yang lain juga gitu-gitu,” tutur Nanik.

Kini, Hendrik telah mengklarifikasi pernyataan ‘insentif Rp 6 juta per hari’ di media sosialnya. Ia juga meminta maaf kepada netizen karena sudah membuat ‘huru-hara’. Terlebih, ia juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puas Liburan, Kembali ke Realita: Pekerja Mengejar Waktu di Stasiun Bogor
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Wall Street Merosot Usai Tak Jelasnya Kelanjutan Negosiasi AS–Iran
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga BBM Stabil Usai Libur Lebaran, Cek Selengkapnya 
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Pastikan Siswa Tetap Belajar Tatap Muka Usai Lebaran 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Masyarakat Diimbau Manfaatkan Kebijakan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.