Jakarta, VIVA – Inggris mengusulkan adanya pelaksanaan konferensi tingkat tinggi (KTT) untuk membahas keamanan pelayaran kapal saat melewati Selat Hormuz.
Usulan tersebut diungkap melalui laporan Politico mengutip seorang pejabat. Menurut laporan media tersebut, London ingin memfasilitasi pembentukan sebuah koalisi.
"Untuk membuka jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz dan memberikan jaminan tersebut kepada kapal dagang," demikian laporan tersebut, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Sementara, diketahui hingga kini sudah 30 negara lebih, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, yang menandatangani pernyataan bersama terkait komitmen berkontribusi memastikan pelayaran kapal yang aman di Selat Hormuz di tengah konflik di kawasan Teluk.
Laporan Politico menyebut KTT tersebut dapat dilaksanakan di London ataupun Portsmouth.
Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.
Akibat ketegangan tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, berhenti total.
Dampaknya, banyak negara mengalami kenaikan harga bahan bakar. (Ant)





