CLBK, Pesan Anies dan AHY dari Cikeas untuk 2029?

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

PERTEMUAN Anies Baswedan dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono di Cikeas pada momentum Lebaran memang bisa dibaca dalam dua lapis.

Di satu sisi, kehadiran Anies di Cikeas adalah hal yang wajar. Tradisi halalbihalal sering dimanfaatkan elite politik untuk menjaga silaturahmi sekaligus merawat komunikasi yang sempat renggang.

Dalam konteks ini, pertemuan tersebut tidak berbeda dari banyak pertemuan politik lain di momen Lebaran.

Namun di sisi lain, pertemuan ini tidak sepenuhnya sederhana. Ada konteks politik yang membuatnya sulit dibaca sebagai pertemuan biasa.

Anies dan AHY bukan dua tokoh yang tanpa sejarah. Pada Pemilihan Presiden 2024, keduanya sempat berada di ambang duet sebelum akhirnya batal, ketika Anies memilih berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.

Peristiwa itu meninggalkan kesan politik yang cukup dalam. Banyak yang menilai, peluang duet Anies–AHY telah tertutup. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap hubungan keduanya sulit kembali seperti semula, mengingat dinamika dan keputusan yang terjadi saat itu.

Namun, politik tidak selalu berjalan lurus. Keputusan di satu momentum tidak selalu menjadi akhir dari semua kemungkinan.

Baca juga: Menata Ulang Hak Pensiun Pejabat: Koreksi MK atas Privilege Kekuasaan

Kembalinya Anies ke Cikeas, bertemu langsung dengan keluarga Yudhoyono, membuka ruang tafsir baru.

Setidaknya, pertemuan itu menunjukkan bahwa komunikasi di antara keduanya tidak benar-benar terputus. Bahkan, bisa dibaca sebagai upaya merawat kembali hubungan yang sempat tertunda.

Jika menggunakan analogi sederhana, ini seperti “cinta lama yang belum sepenuhnya selesai”. Langkah politik AHY pasca-2024 juga memperkuat konteks ini.

Setelah batal menjadi cawapres Anies, AHY memilih bergabung dan mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran. Keputusan itu memang membuat AHY tidak masuk dalam kontestasi elektoral, tetapi membawanya ke dalam lingkar kekuasaan.

Saat ini, AHY berada dalam posisi strategis di pemerintahan. Namun tentu saja, politik tidak berhenti pada posisi hari ini.

Arah jangka panjang tetap terbuka, termasuk kemungkinan untuk maju sebagai calon presiden atau wakil presiden di masa depan.

Di titik ini, pertemuan di Cikeas menjadi relevan untuk dibaca sebagai bagian dari upaya melihat ritme politik menuju 2029.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Bahasa Politik yang Tidak Diucapkan

Pertemuan di Cikeas berlangsung dalam suasana hangat. Senyum, salam, dan percakapan ringan menjadi wajah yang terlihat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Kendaraan Menurun, One Way Kalikangkung Sampai Brebes Dihentikan
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Saat Lebaran Berlaku Hingga 31 Maret
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Lestari Moerdijat Minta Pembelajaran Daring Disiapkan Matang untuk Efisiensi BBM
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Arab Saudi Sebut Serangan Iran ke Negara Tetangga Jauh Lebih Besar Dibanding ke Israel
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelatih Timnas Bulgaria “Pulang Kampung” ke Indonesia, Pernah Bela Persija Jakarta dan Petrokimia Putra
• 37 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.