Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penertiban kawasan belakang Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat, harus dilakukan. Dia meminta pemerintah kota tidak setengah hati menertibkan kawasan itu.
"Termasuk saya juga secara pribadi menelepon langsung kepada Wali Kota Jakarta Pusat untuk yang di belakang Grand Indonesia yang sudah dibersihkan, harus terus dilanjutkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dia mengatakan kawasan yang sudah ditertibkan harus dijaga agar tidak semrawut lagi. Dia tak ingin PKL dan jukir liar muncul lagi setelah penertiban.
"Tidak setengah hati lagi," ujar Pramono.
Sebelumnya, video kondisi Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), yang semrawut karena parkir liar ramai dibahas di media sosial (medsos). Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus mengerahkan pasukan gabungan untuk menertibkan kondisi jalanan.
Wali Kota (Walkot) Jakpus, Arifin, mengatakan penertiban dilakukan agar kawasan Kebon Kacang kembali kondusif. Dia mengakui masih ada parkir liar di sana.
"Penertiban di kawasan Kebon Kacang dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi sarana kota sebagaimana mestinya. Selama ini masih ditemukan parkir liar di beberapa titik yang mengganggu ketertiban serta kenyamanan lingkungan," kata Arifin, Selasa (10/3).
Kondisi parkiran yang semrawut ini terjadi di daerah Kebon Kacang, tepatnya di belakang Mal Grand Indonesia (GI). Arifin mengatakan penertiban dilakukan untuk mengembalikan sarana kota di kawasan Kebon Kacang sesuai peruntukan.
Lihat juga Video 'Pramono Soroti Trotoar di Jakarta: Tidak untuk Parkir-Jualan':
(bel/haf)





