JAKARTA, KOMPAS — Dua pencuri kepergok sedang beraksi di salah satu rumah warga di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka menyelundup masuk saat mengetahui rumah korban kosong ditinggal pemiliknya mudik.
Peristiwa itu terjadi di Jl Kecapi 5 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026) dini hari. Kedua pelakunya bernama Wahyu Hidayat (48) dan Tedo Apriyandi (40).
Kapolsek Jagakarsa Komisaris Nurma Dewi menuturkan kasus ini terkuak setelah korban memantau kamera pengawas (CCTV) dan melihat gelagat mencurigakan dari kedua orang pelaku.
"Korban melihat melalui CCTV, melihat rumah bahwa ada orang yang tidak dikenal masuk rumah sedangkan korban sedang tidak berada di rumah," katanya, Selasa (25/3/2026). Diketahui korban yang diketahui bernama Fajar Ramdani sedang berada di Bogor, Jawa Barat.
Lalu korban menghubungi ibu korban dan langsung melaporkan kepada warga setempat. "Warga setempat utk memergoki pelaku yang diduga sedang mencoba melakukan pencurian," katanya.
Dalam video yang beredar viral di media sosial, tampak warga berteriak dan mengerumuni kedua pelaku yang tengah berupaya mencuri.
"Cepat keluar," teriak warga tersebut. Lalu satu per satu pelaku pun keluar. Mereka sempat menyangkal, namun tidak digubris oleh warga. Dari penuturan warga lain, keduanya diketahui kerap melakukan pencurian, hanya saja mereka belum bisa membuktikan.
Pencurian di rumah kosong memang riskan terjadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto sudah mewanti-wanti warga untuk waspada saat akan meninggalkan rumah sewaktu akan mudik. Menjelang Idul Fitri, kejahatan pembobolan rumah sangat riskan terjadi. Apalagi banyak orang yang memutuskan untuk mudik.
"Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk mengantisipasi segala kemungkinan untuk mencegah terjadinya pencurian," katanya.
Konsep itu antara lain mengunci pintu dan jendela dengan pengaman ganda. Pastikan pagar dan garasi terkunci.
Selain itu, aktifkan CCTV atau alarm apabila tersedia, kemudian arahkan ke akses masuk utama dan area rawan. Lalu, nyalakan lampu otomatis (timer) atau sensor gerak agar rumah tidak tampak kosong.
Selain itu, Budi mengimbau agar menyimpan barang berharga dan dokumen penting di tempat yang aman (brankas) atau titipkan di tempat yang lebih aman bila diperlukan. ”Jangan meninggalkan kunci cadangan di lokasi yang mudah ditebak,” ungkapnya.
Menurut Budi, bisa juga pemilik menitipkan rumah kepada tetangga/RT/RW atau petugas keamanan lingkungan untuk dipantau secara berkala. Penting bagi warga untuk saling menjaga. ”Jadi ada poskamling terpadu, kamling terpadu. Bagaimana layanan dilakukan kepolisian, TNI, tingkat RT-RW yang termasuk dari seluruh komunitas masyarakat,” ujar Budi.
Kasus pembobolan rumah kosong tidak hanya terjadi sekali ini. Alimin Halik (74) dipaksa menerima kenyataan pahit di momen Lebaran tahun ini. Sebanyak 10 keping emas digondol maling. Pencuri spesialis rumah kosong diduga merampok aset senilai Rp 500 juta itu saat Alimin shalat Idul Fitri, Maret 2025
Jejak maling itu masih terlihat. Kamar berantakan dan tumpukan baju berserakan. Sebuah dompet emas masih dibiarkan tergolek di atas kasur begitu saja. ”Sebelumnya, 10 keping logam mulia itu disimpan di sana,” jelas Alimin.
Emas itu bukan miliknya. Itu titipan anak sulungnya sejak lima tahun lalu. Alasannya, rumah milik putranya kerap kosong. Dia takut maling datang menyatroninya.
Akan tetapi malang, logam mulia itu tidak bisa diselamatkan lagi. Awalnya Ia berjaga agar emas tidak hilang, ujungnya emas yang hendak dijual dua bulan lalu itu raib juga.
Dari rekaman kamera pemantau (CCTV), diduga pelakunya empat orang. Mereka datang dengan dua sepeda motor. Tanpa kesulitan, mereka membuka pagar rumah yang tidak terkunci.
Dari catatan di video, waktu menunjukan pukul 06.45 WIB saat maling beraksi. Itu artinya, 30 menit setelah dia dan istri pergi shalat Id.
Tidak hanya merampas barang, perampok juga tak segan melenyapkan nyawa pemilik rumah. Hal inilah yang dilakukan Sudirman (28) saat merampok rumah Ermanto Usman (65) di Perumahan Prima Lingkar Asri di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, 2 Maret 2026.
Akibat terdesak kebutuhan ekonomi, Sudirman nekat merampok rumah Ermanto dan membunuhnya karena kepergok korban. Atas perbuatannya, Sudirman terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.
Sudirman merampok dan membunuh Ermanto di rumah korban yang terletak di Tidak hanya membunuh Ermanto, Sudirman juga memukul Pasmilawati (60), istri Ermanto, hingga kritis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin mengatakan, Sudirman memang telah mengincar rumah Ermanto sebagai sasaran perampokan. ”Alasannya karena rumah korban adalah yang paling besar dibanding rumah yang ada di sekitarnya,” kata Iman.
Cara Sudirman memasuki rumah Ermanto adalah dengan mencongkel jendela kamar korban menggunakan linggis dan gunting. Saat itu, ia mengendap masuk ke kamar korban. Namun, aksinya dipergoki oleh pemilik rumah setelah istri korban, Pasmilawati, terbangun karena alarm sahur berbunyi.
”Istri korban lalu menyalakan lampu dan seketika melihat tersangka S (Sudirman) mengendap masuk ke kamarnya,” ujarnya. Panik, aksinya diketahui korban, Sudirman memukul kepala Pasmilawati dengan linggis yang ia bawa.
Tidak hanya Pasmilawati, Sudirman turut memukul Ermanto berkali-kali. Kepala korban pun terluka dan akhirnya tewas di tempat. Adapun Pasmilawati kritis dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. ”Sampai sekarang korban P masih dalam perawatan di rumah sakit,” kata Iman.





