Jakarta: Program Mudik ke Jakarta yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp21 triliun menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H. Nilai tersebut diproyeksikan bertambah hingga akhir Maret.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan program yang mendapat respons positif dari masyarakat. Ia juga menyampaikan program tersebut diikuti oleh sejumlah daerah lain dengan nilai transaksi yang turut tercatat.
“Sampai dengan sebelum Lebaran kemarin sudah rekornya 21 triliun. Dan kami berharap mudah-mudahan sampai dengan 31 Maret nanti, mudah-mudahan di atas 25 triliun. Program mudik ke Jakarta juga ternyata diikuti oleh berbagai provinsi, diantaranya adalah dari Semarang transaksinya 8 miliar, kemudian Surabaya 6.2 miliar, dan seterusnya,” kata Pramono di Balaikota, Rabu, 25 Maret 2026.
Pemprov DKI menilai program ini mendapat respons tinggi dari masyarakat. Hal ini terlihat dari kebijakan selama program yang mampu mendorong aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran.
Baca Juga :
Gratis Saat Lebaran, Penumpang MRT Melonjak 59 PersenSelama pelaksanaan program mudik ke Jakarta dan periode libur Lebaran, Pramono juga memastikan pelayanan publik di Ibu Kota tetap berjalan dengan baik. Gubernur DKI itu menyebut tidak ada keluhan yang terjadi selama operional dilapangan.
“Pemerintah DKI Jakarta memastikan bahwa pelayanan publik alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Selama mudik Lebaran ini relatif tidak ada keluhan tentang pelayanan publik di lapangan,” tambahnya.
Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.
Sementara itu, program mudik ke Jakarta masih berlangsung hingga 31 Maret dan melibatkan berbagai pihak dari sektor transportasi hingga pariwisata. Pemerintah berharap perputaran ekonomi dari program ini terus meningkat hingga akhir periode pelaksanaannya.
“Dalam rangka itu, maka mudik ke Jakarta berlangsung sampai dengan tanggal 31 Maret, melibatkan berbagai kolaborator seperti Citilink, KAI, hotel, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, dan berbagai promo,” tutup pramono.




