Sebuah bus pariwisata bernopol B 7885 FAA terguling saat melintas di Tanjakan Cariang Sawarna atau tepatnya di Jalan Raya Bayah-Sawarna, Kampung Tumenggung, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Selasa (24/3). Bus itu mengangkut 36 penumpang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak Ipda Aris Setyawan mengatakan, seluruh penumpang berasal dari Bekasi yang akan berwisata ke Pantai Goa Langir untuk mengisi libur Lebaran. Tidak ada korban jiwa di antara mereka.
Kecelakaan terjadi diduga karena sopir kelelahan. Maka itu bus oleng hingga akhirnya terguling saat melintas di Tanjakan Cariang.
"Para wisatawan sempat istirahat, namun setelah melanjutkan perjalanan mobil kecelakaan. Itu 5 menit lagi sampai ke Pantai Goa Langir. Kecelakaan tunggal saat mobil menuruni jalan," kata Aris, Rabu (25/3).
"Penumpang selamat. Wisatawan asal Bekasi semuanya masih satu keluarga. Dirawat di RSUD Cilograng dan Puskesmas Bayah karena luka jait, lecet dan terkilir," imbuhnya.
Kondisi jalan menuju objek wisata Pantai Sawarna memang berliku disertai adanya tanjakan dan turunan. Akses jalan tersebut dikenal rawan kecelakaan.
Kasatlantas Polres Lebak, AKP Liska Otavima mengungkapkan, kecelakaan tersebut disebabkan sopir yang kelelahan sehingga konsentrasinya saat berkendara menurun. Kondisi tersebut menyebabkan bus oleh hingga terguling ke pinggir jalan.
"Kendaraan hilang kendali dan terperosok ke tebing. Diduga sopir kelelahan, ngantuk, dan itu membuat hilang fokus, kemudian kendaraan pun menjadi hilang kendali," kata Liska.
Menurut Liska, saat kejadian kondisi arus lalu lintas masih terpantau dalam keadaan sepi sehingga mengurangi potensi korban yang lebih fatal. Bahkan proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk menghindari terjadinya kemacetan dan risiko lanjutan.
"Saat kejadian kondisi jalan dalam keadaan kosong. Jika terjadi siang hari bisa jadi korban bisa lebih banyak. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan agar semua kendaraan baik demi mencegah kejadian serupa terulang kembali," tandasnya.





