jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo angkat bicara terkait beredarnya isu dugaan pemaksaan siswa yang mengikuti pembelajaran daring untuk datang ke sekolah demi mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anshar Ilo menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.
BACA JUGA: Dukung Program MBG, Ketum Logis 08 Minta Kejagung Awasi Ketat Demi Bersih dari KKN
Dia mengajak publik untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan program pemerintah.
“Penjelasan dari Badan Gizi Nasional sudah sangat jelas bahwa tidak ada kebijakan pemaksaan siswa datang ke sekolah untuk mengambil MBG. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
BACA JUGA: Membantah Prediksi Rocky Gerung, Ketum LOGIS 08: Prabowo-Gibran Solid Bersama Rakyat
Anshar juga menilai klarifikasi yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjadi rujukan utama yang harus dipercaya publik.
Apalagi katanya, hingga saat ini belum ada petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.
BACA JUGA: LOGIS 08 Minta Tindak Tegas Mitra Penyedia MBG Jika Terindikasi Korupsi Bahan Baku Pangan
Meskipun BGN telah membantah adanya pemaksaan siswa datang ke sekolah untuk mengambil MBG, pernyataan bahwa belum adanya petunjuk teknis (juknis) justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Di satu sisi disebut hoaks, tapi di sisi lain belum ada juknis yang jelas. Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Seharusnya ada solusi konkret, bukan sekadar klarifikasi normatif,” usulnya lebih lanjut.
Menurut Anshar, penyebaran hoaks seperti ini berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap program strategis pemerintah, khususnya MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
“Program MBG adalah langkah nyata pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Jangan sampai program baik ini dirusak oleh informasi yang tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, ini menyangkut gizi anak-anak kita. Maka penjelasan ke publik harus utuh, jelas, dan solutif. Jangan sampai muncul kesan belum siap di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Logis 08 mendorong Badan Gizi Nasional untuk segera menyusun dan merilis juknis terkait mekanisme penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring, agar tidak menimbulkan spekulasi maupun.
Dia pun mengimbau agar masyarakat selalu mengedepankan sumber informasi resmi dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



