Satgas PRR: Percepat pemulihan Sumatera melalui sinergi antardaerah

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah.

Tito mengatakan pemerintah pusat akan terus mendorong pemda untuk membantu daerah tetangga yang terdampak parah dan mengalami kerusakan berat.

"Dari update terakhir pagi ini, sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Tito dalam konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu.

Tito menjelaskan bahwa inisiatif kolaborasi ini muncul setelah adanya tambahan alokasi anggaran transfer ke daerah untuk percepatan penanganan bencana dari Presiden senilai Rp10,6 triliun.

Anggaran tersebut diperuntukkan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.

Baca juga: Satgas PRR: Bantuan sosial tahap II dorong perputaran ekonomi Sumatera

Oleh karena itu, pemerintah pusat mengimbau kepala daerah di wilayah yang relatif aman atau tidak terdampak, tetapi tetap menerima alokasi anggaran, agar bersedia menyalurkan sebagian dananya dalam bentuk hibah kepada daerah tetangga.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi yang mengalami keterbatasan anggaran, seperti Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami harapkan daerah-daerah yang berat ini mereka punya tambahan anggaran supaya mereka bisa bekerja menyelesaikan masalah," ujarnya.

Selain itu, Tito menyampaikan bahwa target penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga tahun.

Fokus pembangunan mencakup penyediaan hunian tetap, pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan dan jalan yang saat ini masih bersifat darurat, serta pemulihan fasilitas layanan dasar.

“Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bukan hanya beberapa bulan, melainkan bisa mencapai dua-tiga tahun,” tuturnya.

Baca juga: Satgas PRR serahkan bantuan Presiden untuk warga Pidie

Baca juga: Mendagri minta pemda rampungkan pendataan penghuni huntap


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Bandung 25 Maret 2026
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arahan Khusus Prabowo ke Kepala BGN: Tingkatkan Standar SPPG dan Kualitas MBG
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Perkuat Sistem Perdagangan Global, Indonesia Gigih Dorong Reformasi WTO
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Balik Ramainya Restoran saat Lebaran, Ada Drama yang Jarang Terungkap
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran Pertama di Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi Hari Ini
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.