MotoGP melalui race direction akhirnya buka suara terkait berbagai masalah lintasan yang mewarnai Grand Prix Brasil 2026.
Investigasi resmi telah dilakukan menyusul serangkaian insiden yang terjadi sepanjang akhir pekan balapan.
Balapan di Brasil menjadi momen kembalinya MotoGP setelah 22 tahun absen, kali ini digelar di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania.
Namun, ajang tersebut justru diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu kekhawatiran soal keselamatan.
Sejak awal, kondisi lintasan sudah bermasalah akibat hujan deras yang mengguyur area sirkuit beberapa hari sebelum balapan.
Situasi memburuk ketika sesi sprint harus ditunda karena munculnya lubang (sinkhole) di lintasan lurus utama. Puncaknya, balapan utama MotoGP terpaksa dipersingkat sesaat sebelum dimulai akibat kerusakan aspal.
Dalam pernyataan resminya, race direction, atas nama Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama.
“Hujan dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya berdampak pada pekerjaan akhir sirkuit dan berkontribusi terhadap masalah permukaan lintasan,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Terkait insiden lubang di lintasan pada Sabtu (21/3/2026), investigasi menemukan adanya faktor tak terduga.
“Cacat signifikan pada lintasan muncul akibat runtuhnya sistem saluran pembuangan lama yang tidak terdokumentasi di bawah permukaan,” lanjut pernyataan itu.
Meski lokasi kerusakan berada di luar racing line, perbaikan darurat langsung dilakukan sehingga aktivitas lintasan dapat dilanjutkan di hari yang sama.
Sementara itu, kerusakan aspal yang terjadi pada Minggu (22/3/2026), khususnya di Tikungan 11 dan 12, disebabkan kombinasi suhu tinggi dan intensitas penggunaan lintasan.
“Degradasi aspal lokal terjadi akibat panas signifikan dan aktivitas lintasan, termasuk kualifikasi Moto2, sesi pemanasan MotoGP, serta balapan Moto3 dan Moto2,” jelas FIM.
Race direction mengakui bahwa meski pembersihan telah dilakukan sebelum balapan utama, risiko kerusakan lanjutan tetap ada. Demi keselamatan, keputusan diambil untuk memangkas jumlah lap menjadi 23 putaran atau sekitar 75 persen dari jarak balapan semula.
“Demi kepentingan keselamatan, race direction memutuskan untuk mengurangi jumlah lap. Tim langsung diberi tahu melalui staf IRTA di setiap baris grid,” bunyi pernyataan tersebut.
FIM juga menjelaskan bahwa proses homologasi sirkuit sebenarnya telah dilakukan jauh hari sebelum balapan, termasuk inspeksi detail terhadap konstruksi dan spesifikasi aspal yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
Namun demikian, insiden di Brasil memunculkan kembali pertanyaan terkait ketatnya proses tersebut. Pihak promotor dan pengelola sirkuit disebut telah mengakui kekurangan yang ada dan berjanji melakukan perbaikan sebelum MotoGP kembali digelar musim depan.
Terlepas dari berbagai kendala, ajang ini tetap mencatat antusiasme tinggi dengan kehadiran 148.384 penonton sepanjang akhir pekan. (saf/ipg)




