JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menilai daya saing atlet Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif meski gelar juara belum berhasil diraih sepanjang rangkaian Tur Eropa 2026.
Tur Eropa kali ini mencakup empat turnamen bergengsi, yakni German Open (Super 300), All England (Super 1000), Swiss Open (Super 300), dan Orleans Masters (Super 300).
Bagi PP PBSI, seluruh rangkaian turnamen itu bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang, khususnya bagi para pemain muda yang mulai mendapat kesempatan merasakan atmosfer turnamen elite dunia.
"Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia," kata Eng Hian, Selasa (24/3/2026) dikutip dari Antara.
Baca Juga: Jadwal Playoff Piala Dunia 2026 UEFA: Italia, Polandia hingga Denmark Berebut 4 Tiket Terakhir
Capaian paling membanggakan selama tur ini datang dari Swiss Open 2026, di mana Indonesia berhasil menempatkan dua wakilnya di partai final.
Alwi Farhan di sektor tunggal putra dan Putri Kusuma Wardani di tunggal putri masing-masing melangkah hingga laga puncak, meski keduanya akhirnya harus puas menjadi runner up.
Alwi takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 18-21, 12-21, sementara Putri Kusuma Wardani dikalahkan pebulu tangkis Thailand, Supanida Katethong, dengan skor 11-21, 15-21.
Di level Super 1000 All England, hasil terbaik Indonesia dicatatkan oleh ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang berhasil melaju hingga babak semifinal.
Baca Juga: Leo/Bagas Kandas di Semifinal Orleans Masters 2026, Akui Banyak Kesalahan Sendiri
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV/Antara
- PP PBSI
- Tur Eropa 2026
- Eng Hian
- Alwi Farhan
- Putri Kusuma Wardani
- All England 2026





